JabodetabekKomunitasTerkini

Dinilai Cacat Hukum, 3 Komisariat dan 6 Rayon PMII Tolak Hasil Konfercab-4 PMII Tangerang

Tangerang – Konferensi Cabang (Konfercab) Ke IV Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Tangerang  yang diselenggarakan di Pendopo Bupati Tangerang, pada 08 Oktober 2022 menuai penolakan.

Tiga Komisariat dan Enam Rayon PK PMII STISNU Nusantara, PK PMII UNIS, PK PMII Bina Madani. Rayon Ahwalu Syahsiah, Rayon Ekonomi Syariah, Rayon Hukum Maliki, Rayon Tarbiyah, Rayon Ekonomi Bisnis, Rayon Keguruan, Bersepakat menyatakan sikap menolak keras terhadap hasil Konfercab-4 PMII Tangerang. Dengan alasan Konfercab PMII Tangerang dianggap melanggar Konstitusi PO Ad/Art hasil Kongres & Muspimnas.

Kecacatan dalam pelaksanaan & regulasi terbukti tidak tranparansi nya BPK terkait regulasi yang ada. Hingga saat sidang dimulai pimpinan sidang dengan semena-mena mengetuk palu sidang tanpa peninjauan dan tanpa mengindahkan dari interupsi peserta sidang hingga akhir nya menimbulkan CHAOS.”

Kami menolak keras hak suara penuh hanya dimiliki oleh komisariat, adalah produk hukum yang jelas-jelas melanggar dan bertentangan dengan Peraturan Organisasi Bab V Pasal 10 tentang Konferensi Cabang.

“Sangat menyayangkan agenda tahunan sekelas Konfercab PMII Tangerang, banyak terindikasi kecurangan, dalam administrasi pencalonan ketua Umum PC PMII, dan pemalsuan data. Selain itu juga tidak ada verifikasi berkas data calon ketua cabang yang dilakukan pihak panitia kepada publik,”

“Konstelasi pemilihan Ketua dalam sebuah organisasi adalah hal Normatif yang berpegang teguh kepada PO ataupun Ad/Art yang mengatur tentang Konstelasi Pemilihan Ketua Cabang baik dalam tata cara maupun teknisnya yang tertera di dalam aturan tersebut. Oleh karena itu dalam pelaksanaannya terdapat beberapa Aturan yang tidak dipatuhi bahkan dilanggar seolah-olah Konstelasi kinfercab adalah agenda yang hanya mengedepankan hawa nafsu politis semata, yang bersifat sepihak tanpa mengedepankan aturan yang tertera di PMII.

Pimpinan sidang tidak berkompeten dalam memberikan hak peserta sidang untuk memberikan masukan dalam pembahasan draft Konfercab serta tidak dapat memberikan opsi jalan tengah ketika peserta sidang saling beradu argumen. Hal ini dibuktikan dengan adanya pengetukan palu tanpa meninjau terlebih dahulu masukan yang diberikan oleh peserta sidang yang merasa keberatan dengan draft Sidang yang diberikan, pimpinan sidang terkesan bersifat Otoriter dalam menyepakati ketentuan tata tertib yang berlaku.”

Di sisi lain, adanya campur tangan dari pihak Eksternal organisasi yang tidak berkepentingan dalam Pelaksanaan Konfercab. Pihak yang tidak berkepentingan secara bebas keluar masuk pada forum. Dengan adanya hal ini menuai Dead Lock yang menjadikan suasana sidang tidak kondusif bahkan terjadi CHAOS dalam pelaksaannya. Maka dari itu kami menyimpulkan bahwa konfercab PMII Tangerang yang diselenggarakan pada tanggal 8 Oktober 2022 kemarin adalah Konfercab yang gagal dan tidak sah karna tidak mengedepankan aturan serta tidak bisa membawa Kepentingan Bersama.”

Tiga Komisariat dan Enam Rayon berharap adanya tindakan dari Pengurus Besar (PB) PMII untuk bisa segera meluruskan hal-hal yang menuai banyak kejanggalan, Kami harap PB PMII harus segera turun tangan.

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Wett

Matiin Adblock Bro!