CilegonKomunitasTerkini

Rumah Juang KPJ Cilegon Gelar Bakti Sosial Santuni 40 Orang Anak Yatim

SABBA.ID | Cilegon – Jum’at (17/9). Rumah Juang KPJ Kota Cilegon merupakan satu dari banyak Area/tempat yang dijadikan Rumah Seni bagi para Seniman yang tersebar di pelosok nusantara.

Digagas oleh Yusuf Istarom, Suci Helenia Putri, Enjang Suhardi, dan Rudi Bontong berencana menjadi sebuah area nirwana bagi para Seniman/Seniwati

Siapapun yang mempunyai talenta berkesenian/Berkebudayaan rumah juang KPJ Cilegonlah tempat menyalurkan bakat atau karya.

Jumat Siang (17/9). Rumah Juang KPJ Kota Cilegon telah menggelar kegiatan Bakti sosial berupa santunan anak yatim untuk 40 penerima manfaat yang di selenggarakan di Rumah Juang KPJ Kota Cilegon.

Selain menunjukan eksistensi sosial Kemanusiaan, Ketiga punggawa Rumah Juang dalam siaran persnya memiliki konsep-konsep Rumah Juang KPJ Kota Cilegon diantaranya :

  1. Menciptakan Area Kesenian yang Bisa Dinikmati oleh Seluruh Warga Kota Cilegon.
  2. Menampung Bakat Seni, Sastra, dan Budaya para Seniman/Seniwati Jalanan untuk selanjutnya dipentaskan dalam wujud karya pribadi dan setiap harinya di pertontonkan ke Khayalak Umum dalam suatu Pementasan Seni, Sastra dan Budaya.
  3. Menjadikan Area Rumah Juang sebagai sarana Pemersatu ide dan Fikiran untuk menjadikan Karya Seni sebagai Mata Pencaharian yg didukung oleh Ekonomi Kuliner Rakyat.
  4. Rumah Juang merupakan tempat khusus bagi para pekerja Seni yang mengutamakan Kepentingan Berkesenian, Berkesusastraan, Dan Berkebudayaan berada di atas Kepentingan Pribadi.
  5. Rumah Juang merupakan Area Belajar Bersama bagi Seluruh Seniman/Seniwati yg ada di Indonesia.
  6. Seluruh penghuni Rumah Juang adalah Manusia Seni, Sastra dan Budaya yang mempunyai Kepentingan Ekonomi demi Mendukung Perekonomian Seniman/Seniwati Jalanan.
  7. Rumah Juang merupakan Sarana Seni, Sastra dan Budaya yang Mempunyai Ekonomi Mandiri dan tidak Mengizinkan Siapapun untuk Membuat/Meminta Sumbangan kepada Instansi Pemerintah/Swasta.
  8. Rumah Juang merupakan Aplikasi dari Seniman/Seniwati yang mandiri dengan Seni, Sastra dan Budaya yang Berkembang melalui Pemanfaatan lahan ekonomi dari Seni, Sastra dan Budaya yang di pentaskan secara Kesenian Kerakyatan. (Rls/Red)

Show More

Redaksi

Teruntuk pembaca setia Sabba “Semua harus ditulis, apa pun. Jangan takut tidak dibaca atau tidak diterima penerbit. Yang penting, tulis, tulis, dan tulis. Suatu saat pasti berguna” (Pramoedya Ananta Toer)

Komentari Berita

Related Articles

Back to top button

Wett

Matiin Adblock Bro!