NasionalTeknologiTerkini

Situs Milik Amerika Ungkap Dugaan Kebocoran Data Aplikasi Milik Kemenkes

SABBA.ID | Teknologi – Kebocoran data kembali terjadi di lembaga negara, Indonesia menjadi satu negara yang kerap menjadi target serangan siber, beberapa lembaga negara yang memiliki database yang cukup kompleks memuat berbagai informasi pengguna hingga aktifitas keseharian pengguna (User) rentan dalam serangan siber (Cyber Attack).

Kali ini terjadi pada aplikasi milik Kementerian Kesehatan, yakni aplikasi yang bernama eHAC (electronic-Health Alert Card), aplikasi ini diperuntukan bagi Kemenkes untuk menelusuri riwayat perjalanan WNA (Warga negara asing) yang masuk ke Indonesia atau sebaliknya sebagai sistem monitoring dalam mengatasi penyebaran COVID-19.

Kebocoran data diungkap oleh sebuah layanan Virtual Private Network (VPN) milik VPN Mentor yang dipimpin oleh Noam Rotem dan Ran Locar, tim peneliti vpnMentor yang berasal dari USA, ungkapan Cyber Attack yang terjadi pada aplikasi eHAC miliki Kemenkes diulas disitus resmi VPN Mentor pada 30 Agustus 2021.

Dalam ulasannya VPN Mentor memberi judul pada apa yang mereka ungkapkan terkait serangan siber yang terjadi pada eHAC dengan judul. Laporan: Aplikasi Covid-19 Pemerintah Indonesia Tak Sengaja Mengekspos Lebih dari 1 Juta Orang dalam Kebocoran Data Massal.

Kebocoran data yang terjadi pada eHAC diulas secara rinci oleh VPN Mentor, layanan piranti internet ini menjelaskan mulai dari cara kerja, tujuan dibuatnya aplikasi dan kebocoran data apa saja yang dialami oleh eHAC seperti, status kesehatan user, data Personally Identifiable Information (PII), detail kontak user, hasil tes COVID-19, dan banyak lagi.

Untuk diketahui Aplikasi eHAC diunduh ke perangkat seluler pengguna dan menyimpan banyak detail informasi milik pengguna, eHAC merupakan syarat wajib bagi setiap wisatawan yang masuk ke Indonesia dari luar negeri, baik warga negara Indonesia maupun orang asing. Ini juga diperlukan untuk penerbangan domestik di Indonesia.

Ulasan lainnya VPN Mentor juga mempublis upaya pemberitahuan bagi Kemenkes untuk segera memperhatikan keamanan aplikasinya, selain itu VPN Mentor juga menghubungi beberapa pihak terkait, sepeti ID Cert (Indonesia Emergecy Response Team), BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara) bahkan pihak Google sebagai penyedia hosting provider.

Sementara pihak Kemenkes dalam situs resmi sehatnegeriku.kemkes.go.id menerangkan dalam rilis yang publis pada tanggal 31 Agustus 2021, bahwa dugaan kebocoran data terjadi pada Aplikasi e-HAC yang Lama yang sudah tidak digunakan lagi, hal itu diungkap oleh Kepala Data dan Informasi Kementerian Kesehatan dr. Anas Maruf pada konferensi pers secara virtual, Selasa (31/8).

Show More

Yusuf Indrajat

Make A Different

Komentari Berita

Related Articles

Back to top button

Wett

Matiin Adblock Bro!