LebakRuang TokohTerkini

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Angga Wijaya Ketua HIMAGUNA Ajak Anak Muda Belajar Dari Sejarah

Lebak – Pemuda sangat penting berperan serta dalam pembangunan, gerakan para pemuda sebelumnya ini dilakukan lantaran melihat kegagalan dari golongan tua dalam melawan penjajahan kolonial Belanda di Indonesia.

Angga Wijaya, Ketua Umum HIMAGUNA (Himpunan Mahasiswa Gunungkencana) menyatakan bahwa memang ketika pernyataan peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa biasanya lebih mengarah pada masa-masa sekarang. Bahkan jika dipikir ulang tanpa peran pemuda di masa perjuangan dulu, maka bangsa Indonesia mungkin tidak dapat berdiri kokoh seperti sekarang ini.

“Inilah mengapa peranan pemuda, terutama pemuda daerah sendiri bagi bangsa Indonesia sangatlah penting. Oleh sebab itu, mengingat kembali apa saja peranan pemuda dimasa sejarah tersebut juga penting sebelum mengetahui atau memahami peran pemuda sebagai generasi penerus bangsa saat ini,” ujarnya pada suatu kesempatan.

Untuk diketahui peran pemuda dalam sejarah yang pertama dikutip dari berbagai sumber bisa di lihat dari adanya pergerakan Budi Utomo yang berlangsung pada tahun 1908. Organisasi Boedi Oetomo merupakan pelopor pertama organisasi pemuda di Indonesia.

Peranan pemuda melalui organisasi ini adalah ingin menyatukan organisasi pemuda menjadi organisasi yang berbasis nasional untuk kemerdekaan bangsa.

Organisasi tersebut didirikan oleh pemuda pelajar STOVIA pada 20 Mei 1908 yang bertujuan untuk memperbaiki kehidupan masyarakat pada aspek budaya dan pendidikan.

Kongres Pemuda I

Peristiwa ini diadakan pada 30 April-2 Mei 1926 di Jakarta. Tujuan dari Kongres Pemuda I adalah memajukan persatuan dan kebangsaan serta menguatkan hubungan antara sesama perkumpulan-perkumpulan pemuda kebangsaan.

Dari Kongres Pemuda I menghasilkan kesepakatan bersama mengenai kegiatan pemuda pada segi sosial, ekonomi, dan budaya.

Setelah itu ada pula peristiwa Sumpah Pemuda yang terjadi pada tahun 1928 dimana menghasilkan ikrar Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak sejarah pergerakan pemuda seluruh Indonesia dalam semangat kemerdekaan Indonesia.

Kongres Pemuda II

Peristiwa ini diadakan tanggal 27-28 Oktober 1928. Kongres Pemuda II dilaksanakan di tiga tempat yang berbeda serta dibagi dalam tiga kali rapat.

Sesi pertama dilakukan pada 27 Oktober 1928 di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB) yang sekarang bernama Lapangan Banteng. Ketua PPPI, Sugondo Djojopuspito dalam sambutannya saat itu berharap Kongres Pemuda II diharapkan dapat mempererat semangat persatuan di antara para pemuda.

Sesi kedua digelar pada 28 Oktober 1928 di Gedung Oost-Java Bioscoop.

Dalam sesi itu dibahas masalah pendidikan di mana yang sangat penting untuk anak.

Sesi ketiga yang merupakan sesi penutup digelar di Gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106.

Saat itu, rumusan Sumpah Pemuda terlahir.

Isi sumpah yang mereka ucapkan tersebut adalah sebagai berikut:

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Dengan hal itu, tercetuslah sumpah pemuda yang dikenal hingga saat ini.

Dari peranan pemuda saat itu memperoleh kesepakatan bersama, yaitu adanya satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa.

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Wett

Matiin Adblock Bro!