KomunitasPandeglangPemerintahTerkini

PPBNI Satria Banten DPAC Mandalawangi Desak DPUPR Provinsi Banten Segera Turun Tangan

Pandeglang – Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2004 disebutkan bahwa jalan adalah suatu prasarana transportasi yang meliputi segala bagian jalan termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, Jalan mempunyai peranan penting terutama yang menyangkut perwujudan perkembangan antar wilayah yang seimbang, pemerataan hasil pembangunan serta pemantapan pertahanan dan keamanan nasional dalam rangka mewujudkan Pembangunan Nasional.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan dijelaskan bahwa penyelenggaraan jalan yang konsepsional dan menyeluruh perlu melihat jalan sebagai suatu kesatuan sistem jaringan jalan yang mengikat dan menghubungkan pusat-pusat kegiatan.

Namun berbeda dengan proyek pengerjaan yang dilaksanakan oleh CV. ARTHA GRAHA KARYA, pasalnya proyek yang bersumber dari APBD Provinsi Banten dengan jenis kegiatan REHABILITASI JALAN MANDALAWANGI- CARINGIN dengan Nomor Kontrak, 600/111.10/SPK/RJ-MC/BBM/Vl/2022. Dan Pagu Anggaran Rp. 9.685.452.000.00,- diduga mangkrak dan tak kunjung selesai.

Asep selaku Humas PPBNI Satria Banten DPAC Mandalawangi meminta kepada Dinas PUPR Provinsi Banten untuk turun langsung kebawah melihat kondisi pembangunan, karena dirinya menilai hingga bulan ini progres pekerjaan masih dibawah 50 persen.

“Kami DPAC PPBNI Satria Banten mendesak agar Dinas PUPR Provinsi Banten tidak tinggal diam dengan anggaran yang begitu besar namun pekerjaan tak kunjung diselesaikan oleh pihak pemborong, kami pesimis kerjaan ini bisa selesai sesuai target waktu dan sesuai harapan”. Ucap Asep

Menurutnya akses jalan ini sangat dibutuhkan untuk masyarakat Mandalawangi dan juga berlokasi dipusat perbelanjaan masyarakat Mandalawangi jadi mesti segera diselesaikan dengan kualitas yang sangat baik.

“Akses jalan provinsi ini satu-satunya akses yang masyarakat Mandalawangi lalui, apalagi pembangunan ini juga berlokasi dipusat pasar tradisional yaitu Pasar Pari, ini sangat menggangu masyarakat yang akan berkaktifitas jika kerjaannya lambat dan tak segera diselesaikan, dan ini juga jalan lintas wisata ke Carita dan wisata lain, harusnya pihak kontraktor jeli dengan kondisi ini, mempercepat pekerjaan tidak seenaknya banyak libur dalam pengerjaan”. Tandasnya

Asep juga menduga, jika DPUPR tak kunjung turun, dirinya menilai adanya main mata antara kontraktor dengan DPUPR karena dirasa lemahnya pengawasan ditambah dengan galian lanjutan yg akan dibangun pelebaran jalan yg berlokasi di depan ciunjuran tanpa adanya rambu satupun, ini sangat membahayakan pengguna jalan apalagi di malam hari.

Humas PPBNI Satria Banten DPAC Mandalawangi ini meminta pejabat DPUPR Provinsi Banten segera turun mengevaluasi pihak ke-3 atau kontraktor pelaksana jangan kemudian dibiarkan, agar masyarakat tidak merasa dirugikan.

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Wett

Matiin Adblock Bro!