KomunitasTangerang RayaTerkini

Bangun Budaya Keselamatan Sejak Dini, AOPGI Banten Gelar Coaching Clinic di Tangerang

Sabba.id. – Tangerang, Antusiasme generasi muda terhadap aktivitas pendakian gunung terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, pertumbuhan minat tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan pemahaman manajemen risiko dan penerapan standar keselamatan yang memadai. Kondisi inilah yang mendorong lahirnya gerakan edukatif berbasis praktik di kalangan pelajar.Melalui kolaborasi strategis antara AOPGI Banten dan Arei Outdoor Gear, digelar Coaching Clinic Peningkatan Kapasitas Pendaki Berbasis Praktik Manajemen Risiko dan Standar Keselamatan Gelombang II yang berlangsung di SMKN 2 Kota Tangerang.Kegiatan ini diinisiasi oleh Deni Ahmad Fanani, dengan koordinasi lapangan oleh Arief Budiman dan Daden Hilmansah. Ketiganya menekankan pentingnya membangun budaya keselamatan (safety culture) sejak usia sekolah sebagai fondasi lahirnya pendaki yang kompeten dan bertanggung jawab.Menurut Deni Ahmad Fanani, kecelakaan di gunung kerap terjadi bukan semata karena faktor alam, melainkan akibat kurangnya kesiapan teknis dan lemahnya perencanaan.“Pendakian bukan sekadar hobi atau tren. Ia membutuhkan manajemen risiko, perhitungan matang, dan disiplin terhadap standar keselamatan,” ujarnya.Dalam coaching clinic ini, peserta dibekali materi komprehensif mulai dari perencanaan pendakian, identifikasi potensi bahaya, manajemen peralatan, standar operasional keselamatan, hingga simulasi pengambilan keputusan dalam situasi darurat. Pendekatan yang digunakan berbasis praktik dan studi kasus, sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya.Arief Budiman dan Daden Hilmansah selaku koordinator kegiatan menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan AOPGI Banten dalam meningkatkan kapasitas pelajar SMA/SMK/MA di Provinsi Banten.Kolaborasi dengan Arei Outdoor Gear turut memperkuat aspek edukatif dengan memperkenalkan standar perlengkapan yang sesuai kebutuhan dan keselamatan pendaki. Lebih dari sekadar pelatihan teknis, kegiatan ini juga menanamkan nilai etika pendakian, tanggung jawab terhadap tim, serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Para peserta diajak memahami bahwa menjadi pendaki bukan hanya soal mencapai puncak, tetapi juga memastikan seluruh tim kembali dengan selamat.Melalui gelombang kedua ini, AOPGI Banten berharap gerakan peningkatan kapasitas pendaki dapat terus meluas, membentuk generasi muda yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga cerdas dalam manajemen risiko dan berorientasi pada keselamatan.Dengan sinergi organisasi, dunia industri, dan institusi pendidikan, budaya keselamatan pendakian di Banten diharapkan tumbuh semakin kokoh dan berkelanjutan.

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Wett

Matiin Adblock Bro!