
Pandeglang — Upaya pelestarian lingkungan di kawasan Gunung Pulosari kembali digerakkan melalui kegiatan Reboisasi Pulosari Lestari. Program ini menjadi bagian dari Green Safety Initiative, sebuah gerakan terpadu yang menggabungkan konservasi, edukasi, dan keselamatan dalam aktivitas alam terbuka.
Inisiator kegiatan, Deni Ahmad Fanani, menegaskan bahwa reboisasi tidak sekadar menanam pohon, tetapi merupakan langkah strategis dalam memulihkan keseimbangan ekosistem, khususnya melalui penanaman tanaman endemik yang beragam.
“Reboisasi bukan hanya tentang pohon yang tumbuh, tetapi bagaimana kesadaran menjaga lingkungan itu terus hidup dalam diri setiap peserta,” ujarnya.
Menurutnya, nilai utama dari kegiatan ini terletak pada upaya menanamkan kesadaran jangka panjang. Jika pohon membutuhkan waktu untuk tumbuh, maka kesadaran harus ditanam dan dijaga agar berkembang sepanjang waktu sebagai fondasi keberlanjutan.
Program Green Safety Initiative sendiri dibangun atas empat pilar utama, yakni konservasi lingkungan, edukasi lingkungan, keselamatan aktivitas alam terbuka, serta penguatan partisipasi publik. Implementasinya diwujudkan melalui aksi penanaman, edukasi lingkungan, pelatihan keselamatan, hingga kampanye konservasi berbasis komunitas.
Kegiatan ini dikoordinatori oleh Daden Hilmansyah sebagai Koordinator Umum dan Heru Stiawan sebagai Koordinator Lapangan. Dukungan pendanaan berasal dari skema Layanan Dana Masyarakat BPDLH Kementerian Kehutanan Republik Indonesia sebagai bentuk penguatan gerakan lingkungan berbasis masyarakat.
Reboisasi Pulosari Lestari melibatkan berbagai elemen, mulai dari siswa SMA/SMK, mahasiswa pecinta alam, komunitas lingkungan, hingga masyarakat umum. Keterlibatan generasi muda dinilai menjadi kunci agar pesan pelestarian tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut dalam aksi nyata.
Selain itu, kegiatan ini turut mendapat dukungan dari Pattiro Banten, Kementerian Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, serta berbagai komunitas lingkungan. Fasilitas lokasi kegiatan juga didukung oleh H. Jamroni.
Adapun kegiatan akan dilaksanakan pada Minggu, 19 April 2026, mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai.
Melalui pendekatan berbasis keanekaragaman hayati, kegiatan ini tidak hanya menargetkan penanaman pohon, tetapi juga pemulihan fungsi ekologis serta pembentukan kesadaran kolektif. Reboisasi Pulosari Lestari menjadi penegasan bahwa menjaga alam merupakan investasi jangka panjang demi keberlanjutan kehidupan generasi mendatang