PemerintahTangerang RayaTerkini

Banten Bersiap Sambut Haji 2026, Grand El Hajj Cipondoh Jadi Embarkasi dan Debarkasi Perdana

SABBA.id, Tangerang Raya – Pemerintah Provinsi Banten memasuki fase krusial dalam persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026.

Untuk pertama kalinya, Asrama Haji Grand El Hajj Banten di Cipondoh, Kota Tangerang, resmi ditetapkan sebagai embarkasi dan debarkasi penuh bagi jamaah haji asal Provinsi Banten.

Kepastian itu disampaikan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umroh Provinsi Banten, Samsudin, usai rapat evaluasi persiapan haji, Jumat (16/1/25).

Ia menyebut, penetapan Grand El Hajj sebagai embarkasi merupakan keputusan langsung Kementerian Haji dan umroh dan menjadi tonggak penting dalam sejarah pelayanan haji di Banten.

“Insyaallah haji tahun 2026 ini, Provinsi Banten sudah memiliki embarkasi dan debarkasi sendiri. Jumlah jemaah kita sebanyak 9.124 orang, termasuk petugas. Ini menjadi penyelenggaraan perdana, dan kita berharap bisa berjalan sukses,” ujar Samsudin.

Menurutnya, kesiapan tersebut tak lepas dari dukungan penuh para pemangku kepentingan, mulai dari Gubernur Banten hingga para bupati dan wali kota se-Provinsi Banten.

Advertisement Space

Dari sisi sarana dan prasarana, Samsudin memastikan Asrama Haji Grand El Hajj Banten telah siap menampung ribuan jamaah.

Kompleks asrama ini dilengkapi tiga tower utama yang akan digunakan selama proses pemberangkatan dan pemulangan jamaah.

“Tower pertama terdiri dari tiga lantai dengan 30 kamar, tower kedua tujuh lantai dengan 100 kamar, dan tower ketiga delapan lantai dengan 120 kamar. Semua ini akan digunakan untuk melayani jemaah haji Banten,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya terus melakukan penyempurnaan fasilitas pendukung, mulai dari perluasan area parkir, optimalisasi ruang makan, hingga peningkatan kenyamanan masjid di dalam kawasan asrama.

Advertisement Space

Rapat persiapan Haji 2026 yang digelar hari ini, kata Samsudin, difokuskan pada kesiapan administrasi jemaah, terutama pengumpulan dukumen sebagai syarat utama pengajuan visa haji.

Ia berharap, dalam waktu dekat seluruh dokumen jamaah dapat diselesaikan. Bahkan, Samsudin berencana memantau langsung perkembangan pengumpulan dokumen pada awal pekan depanIa pun mengimbau seluruh jamaah agar mematuhi alur administrasi yang telah ditetapkan demi kelancaran keberangkatan.

Dengan status embarkasi penuh, pola keberangkatan haji Banten tahun 2026 akan mengalami perubahan signifikan. Seluruh jemaah dari kabupaten dan kota di Banten nantinya akan masuk terlebih dahulu ke Asrama Haji Cipondoh.

“Jamaah akan menginap satu malam di sini untuk pemeriksaan kesehatan akhir, pembagian gelang identitas, paspor, dan living cost. Setelah itu, baru diberangkatkan menggunakan bus menuju Bandara Soekarno-Hatta,” jelas Samsudin.

Dengan skema ini, jamaah Banten tidak lagi harus berangkat melalui Pondok Gede, Jakarta, seperti tahun-tahun sebelumnya.Tak hanya jamaah, kesiapan petugas haji juga menjadi perhatian.

Samsudin memastikan proses seleksi petugas kloter dan non-kloter telah berjalan, dan saat ini memasuki tahap bimbingan teknis (bimtek) bagi PPIH Arab Sauadi.

“Kita tekankan pelayanan yang ramah, sigap, dan humanis. Karena jemaah kita ada jamaah lansia, maka pendekatan petugas juga harus lebih empatik,” katanya.

Menjelang bulan Ramadan dan semakin dekatnya tahapan akhir persiapan haji, Samsudin berpesan agar para calon jamaah mulai menjaga kondisi fisik dan mental sejak dini.

“Haji itu ibadah fisik. Jaga kesehatan, lengkapi administrasi terutama paspor, dan yang paling penting luruskan niat. Semoga semua jemaah Banten menjadi haji yang mabrur,” pungkasnya.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Pemerintah Provinsi Banten optimistis penyelenggaraan haji 2026 akan menjadi momentum peningkatan kualitas pelayanan sekaligus kebanggaan bagi daerah.

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Wett

Matiin Adblock Bro!