BEM Banten Bersatu Gelar Diskusi Bersama Rakyat di Huntara Lebak, Bahas “Perjalanan 6 Tahun Menuju Sejahtera?”

Lebak – BEM Banten Bersatu kembali membuka ruang dialog bersama masyarakat melalui agenda Diskusi Tukar Pikir Bersama Rakyat, yang digelar di Hunian Sementara (Huntara) Lebak Gedong, Sabtu (14/2).
Kegiatan ini mengangkat tema “Perjalanan 6 Tahun Menuju Sejahtera?”, sebagai refleksi bersama terhadap kondisi sosial, ekonomi, hingga pembangunan infrastruktur yang dirasakan warga selama enam tahun terakhir.
Diskusi berlangsung hangat dan terbuka. Berbagai elemen hadir, mulai dari mahasiswa, tokoh masyarakat, hingga perwakilan legislatif. Salah satu yang turut mengikuti jalannya kegiatan yakni Anggota DPR RI Komisi IV, Arif Rahman.
Dalam forum tersebut, masyarakat menyampaikan aspirasi, kritik, serta harapan terkait pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan, khususnya bagi wilayah-wilayah yang masih mengalami ketimpangan.
Koordinator Pusat BEM Banten Bersatu menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen mahasiswa untuk tetap hadir di tengah masyarakat, sekaligus menjadi penghubung antara suara rakyat dan pemangku kebijakan.
“Diskusi ini adalah ruang bersama untuk mendengar, merasakan, dan menyampaikan suara rakyat. Enam tahun perjalanan pembangunan harus menjadi bahan evaluasi bersama, apakah benar telah membawa kesejahteraan yang merata atau masih menyisakan ketimpangan yang perlu diperjuangkan,” ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Anggota DPR RI Komisi IV Arif Rahman mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang terus menjaga ruang dialog bersama rakyat. Ia menilai forum seperti ini penting untuk menjaga komunikasi dan memastikan aspirasi masyarakat tersampaikan.
“Forum seperti ini penting untuk menjaga komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat. Aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan refleksi dan perjuangan kami di tingkat pusat agar kebijakan yang diambil benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat setempat, Pak Bared, menyampaikan bahwa masyarakat selama ini hanya ingin didengar dan diperhatikan secara serius.
“Selama ini masyarakat hanya ingin didengar dan diperhatikan. Pembangunan harus benar-benar dirasakan hingga ke tingkat bawah, bukan hanya sekadar janji,” tuturnya.

