Kader BKPRMI Banten Desak Prioritas Pembangunan Sarana Ibadah di Hunian Sementara Cigobang

LEBAK – Kader BKPRMI Provinsi Banten, Ardhya Naufal Fahri, S.H., menghadiri peresmian Majelis Taklim di Hunian Sementara (Huntara) Desa Cigobang, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak. Dalam kunjungannya, ia menyoroti kondisi infrastruktur yang memprihatinkan, mulai dari akses jalan tanah merah hingga belum adanya bangunan masjid atau mushola permanen bagi warga penyintas bencana.
Dalam ceramahnya, Ardhya, S.H. menegaskan bahwa pemenuhan sarana peribadatan di wilayah Huntara harus menjadi prioritas utama Pemerintah Daerah.
“Masyarakat di sini sudah cukup menderita dengan kondisi Huntara. Sarana ibadah bukan sekadar bangunan, tapi jantung kekuatan mental mereka. Kami mendesak pemerintah untuk segera turun tangan membangun masjid yang layak,” tegasnya.
Meski demikian, ia mengajak warga untuk tetap bersatu dan menjaga husnudzon (prasangka baik), baik kepada Allah maupun kepada pemerintah dalam proses pembangunan. Mengutip bait syahdu dari Qasidah Habib Ali Al-Habsyi:
مَنْ تَوَجَّهْ نَحْوَ بَابِكَ مَا رَجَعْ مِنْ ذاكَ خَائِبٌ
(Barang siapa menuju ke arah pintu-Mu, maka tak kan kembali dengan sia-sia)
Ia juga memperkuat pesan tersebut dengan nasihat Sayyidi Habib Jindan bin Novel bin Salim Jindan: “Tidak akan pernah merugi siapapun yang memiliki masalah, lalu ia menyandarkan dirinya sepenuhnya kepada Allah.”
“Kita mengetuk pintu langit dengan doa, dan mengetuk pintu pemerintah dengan ikhtiar advokasi. Semoga langkah ini menjadi awal kembalinya kemuliaan warga Cigobang,” tutup Ardhya, S.H.

