Pesta Rakyat Monas Jadi Panggung Ekraf Banten, 42 Ribu Produk Diborong

Pesta Rakyat perdana yang digelar Istana Presiden Prabowo Subianto di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, menjadi panggung gemilang bagi pelaku ekonomi kreatif (ekraf) daerah. Produk-produk asal Provinsi Banten tampil menonjol dengan capaian impresif, yakni 42.000 item yang dikemas dalam 14.000 paket berhasil diborong pengunjung.
Melalui Banten Creative Festival (BCF), sebanyak 15 brand lokal unggulan turut ambil bagian dalam ajang berskala nasional tersebut. Kehadiran mereka tidak hanya meramaikan acara, tetapi juga menunjukkan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.
Ragam produk yang ditawarkan mencakup berbagai sektor kreatif, mulai dari apparel, active wear hingga modest fashion. Antusiasme pengunjung yang tinggi terhadap produk-produk tersebut menjadi indikator kuat bahwa karya anak daerah mampu menarik minat publik nasional.
Ketua Forum Ekonomi Kreatif (Fekraf) Banten sekaligus Founder BCF, M. Irfan atau Koyong, menyebut momentum ini sebagai peluang strategis bagi pelaku UMKM untuk naik kelas.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo atas penyelenggaraan Pesta Rakyat di Monas. Ini menjadi mood booster sekaligus peluang emas bagi pelaku UMKM untuk tampil dan berkembang,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah pusat, khususnya Sekretariat Kabinet, Kementerian Sekretariat Negara, dan Kementerian UMKM yang telah memfasilitasi keterlibatan pengusaha muda dalam ajang tersebut.
Menurut Koyong, keberhasilan Pesta Rakyat ini diharapkan menjadi pemantik bagi kegiatan serupa di berbagai daerah. Hal itu penting untuk memperluas akses pasar, mendorong pemerataan ekonomi, serta meningkatkan daya beli masyarakat terhadap produk lokal.
“Harapannya, kegiatan seperti ini bisa rutin digelar dan diperluas ke daerah lain agar membuka lebih banyak peluang dan meningkatkan pendapatan pelaku usaha,” katanya.
Pesta Rakyat di Monas menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah dan sektor kreatif dalam merayakan semangat kebangsaan, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan menuju Indonesia Maju.





