LebakPendidikanTerkini

19 Mahasiswa UIN Banten Ikuti Program PPL Kampus di Kecamatan Luwidamar Lebak

SABBA.ID | Lebak – Praktikum Profesi Lapangan (PPL), 2021 Mahasiswa Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) UIN SMH Banten di Kampung Landeh Mua’laf Baduy menggelar kegiatan Manaqib Tuan Syeh Abdul Qodir Al Jailani QS bersama Abuya Sufyan Tsauriy dari Bogor. Selasa (5/10).

Mahasiswa (PMI) yang ditempatkan di Kampung Landeuh, Desa Bojong Menteng, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten ini dilakukan sebagai syarat utuk memenuhi kelulusan di perguruan tinggi yang berjumlah sebanyak 19 orang bekerjasama dengan lembaga sosial bersama Rumah Edukasi dan Literasi Al-Qur’an (Reliq).

Sebelumnya Reliq merupakan salah satu lembaga sosial yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dengan berbagai bidang didalamnya yang menyangkut pemberdayaan.

Seluruh masyarakat Baduy Mu’alaf yang bertempat tinggal di Kp. Landeuh, Ciboleger sangat antusias menghadiri acara tersebut.
Acara Manaqib sendiri merupakan ritual atau tradisi sebagian masyarakat setempat termasuk di masyarakat Baduy Mu’alaf Banten ini, atau banyak orang memahaminya adalah kegiatan doa bersama.

Dengan adanya acara tersebut bertujuan untuk meraih atau mendapatkan ridha Allah SWT dalam setiap kegiatan yang dilakukan.

Adapun isi dari acaranya adalah berdzikir, dengan inti acara yaitu doa bersama, dan ceramah dari Abuya Sufyan Tsauriy. Beliau memaparkan dalam ceramahnya tentang Islam Kaffah atau dapat diartikan Islam secara menyeluruh, dan dalam bahasannya yang mengajak kita untuk menaati ajaran-ajaran dan aturan Agama dan kembali pada-nya dengan melakukan taubat nasuha atau meminta ampun kepada Allah dengan bersungguh-sungguh.

Menurut salah satu masyarakat setempat menanggapi adanya kegiatan, ia berkata “Kegiatan ini adalah salah satu program yang dibuat oleh yayasan sebagai bentuk memperkuat keyakinan beragama, bahwasannya masyarakat disini masih memerlukan terapi keagamaan seperti acara Munaqiban, pengajian rutin, muhadhrah, dan lain sebagainya.” Kata

Selain itu ia juga menambahkan, “banyak dari anak-anak yang diberi ruang belajar seperti mengaji, yang di asuh oleh ustadzah Umi bersama suaminya.” Ujar (Taufik/Red)

Show More

Redaksi

Teruntuk pembaca setia Sabba “Semua harus ditulis, apa pun. Jangan takut tidak dibaca atau tidak diterima penerbit. Yang penting, tulis, tulis, dan tulis. Suatu saat pasti berguna” (Pramoedya Ananta Toer)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button

Wett

Matiin Adblock Bro!