PemerintahSerangTerkini

Dindikbud Provinsi Banten Gelar Seminar Sejarah Banten

SABBA.ID | Serang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten menyelenggarakan kegiatan Seminar Sejarah Banten pada Rabu, 10 Maret 2021. Acara yang digelar di Auditorium UPTD Taman Budaya dan Museum tersebut bertema “Seba: Mengembalikan Kesakralan Ritus Masyarakat Adat Baduy”.

Seminar kali ini merupakan seri ke-6 dari rangkaian 12 kali kegiatan yang dicanangkan. Kepala Bidang Kebudayaan Bara Hudaya selaku penyelenggara kegiatan ini mengungkapkan bahwa tujuan dari diadakannya seminar Sejarah Banten ini untuk memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat Banten khususnya para pelajara agar tidak salah memahami sejarah.

“Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan sejarah Banten kepada pelajar terutama dan masyarakat pada umumnya. Agar mereka dapat mengetahui seperti apa bentuk sejarah yang sesungguhnya. Semoga untuk kedepannya kita bisa lebih banyak berkontribusi lebih, secara bertahap tentunya”. Pungkasnya.

Pemateri yang mengisi seminar tersebut yaitu Uday Suhada selaku Pemerhati Masyarakat Adat Baduy dan Wawan Sukmara W. yang merupakan Kepala Bidang Kebudayaan Kabupaten Lebak. Selain diadakan secara tatap muka, acara ini dilangsung secara virtual melalui aplikasi zoom meeting dan live streaming.

Uday Suhada menyampaikan dalam materinya tentang bagaimana gambaran Masyarakat Baduy dan Upacara Adat Seba.

“Kegiatan Seba Baduy dimaknai sebagai kunjungan dipimpin oleh Jaro Tanggungan Dua Belas. Masyarakat Baduy melaksanakan Seba ke 4 kepala daerah, yaitu Bupati Lebak, Pandeglang, Serang, dan Gubernur Banten. Daerah-daerah itu dipilih karena memiliki gunung sebagai simbol alam yang harus dijaga. Pemimpin dan masyarakat senantiasa harus menjaga dan melestarikan alam, menegakan hukum dan menjaga tali persaudaraan, serta memanusiakan manusia.

Beliau juga berpesan agar masyarakat dapat bersama-sama menjaga kelestarian budaya adat masyarakat Baduy yang merupakan warisan yang berharga.

“Mari kita lestarikan budaya adat saba. Jadikan mereka sebagai tuntunan bukan hanya sekedar tontonan, karena masyarakat baduy merupakan subjek dari peradaban dan bukan objek”.

Di lain sisi, Wawan Sukmara yang mewakili Pemerintah Kabupaten Lebak menyampaikan dukungannya terhadap setiap kegiatan adat yang dilaksanakan oleh masyarakat Baduy.

“Pemkab Lebak sangat mengapresiasi setiap bentuk acara adat masyarakat Baduy, termasuk kegiatan seba ini. Sangat jarang adanya komplain dari masyarakat adat baduy kepada pemerintah kabupaten lebak. Tugas kita bersama adalah menjaga dan melestarikan berbagai kebudaan yang kita miliki saat ini” (Iman/Red)

Show More

Muhamad Iman Firdaus

You will never know if you never try

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button

Wett

Matiin Adblock Bro!