KomunitasSerangTerkini

Diduga Kepala BBWS Lakukan Nepotisme, Jokowi Kena Sasaran Terima Rapot Merah

SABBA.ID | SERANG – Forum Mahasiswa Peduli Program Pemerintah (FMPPP) mengadakan aksi teaterikal dalam menyampaikan aspirasi terkait kinerja Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau, Ciujung dan Cidurian di sekretariat FMPPP, Ruko Ciper, Jl. Pattimura No.1B, Komplek Ciceri Permai. Dalam aksi tersebut, para mahasiswa secara simbolis memberikan rapot merah Kepala Balai Besar kepada Jokowi, Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono.

Ikbal Arief, selaku ketua FMPPP mengatakan bahwa setelah aksi teaterikal, mereka akan menyampaikan rapot merah secara resmi melalui kantor pos. Juga menginformasikan kepada masyarakat melalui sosial media dan media lainnya.

“Karena keadaan pandemi ini kami tidak bisa mengadakan aksi demo ke Jakarta, makanya kami mengadakan aksi teaterikal di sini (Kota Serang), demi mendukung program pemerintah melawan Covid-19,” ujar Ikbal.

FMPPP menilai bahwa Kepala BBWS Cidanau, Ciujung dan Cidurian, Saroni Soegiarto wajib dicopot dari jabatan karena tidak sejalan dengan keinginan Presiden dalam menjalankan programnya.

“Pak Jokowi selalu mengingatkan agar bawahannya menghilangkan praktek korupsi, kolusi dan nepotisme dalam menjalankan program. Tapi Kepala Balai ini malah tidak mengikuti anjuran Pak Jokowi. Faktanya bisa dilihat nepotisme yang menggurita di tubuh Balai Besar seperti dalam setiap seleksi penerimaan pegawai misalnya,” sambung Ikbal.

Ikbal juga menegaskan, indikasi KKN itu akan ditulis di rapot merah yang akan dikirimkan kepada 3 orang yang disebutkan tadi. Saat ditanya mengenai indikasi KKN secara jelas, dirinya enggan menjelaskan, karena menurutnya FMPPP bukan penegak hukum. Dirinya berharap agar penegak hukum yang bekerja.

“Pemerintah Pusat ini kan contoh bagi Pemerintah Daerah. Kalau perwakilan Pemerintah Pusat saja tidak benar, siapa yang dijadikan contoh oleh daerah?” tambah Ikbal.

“Kami sebagai mahasiswa, sebagai agen of control memberikan catatan kecil kami kepada Bapak Presiden dan Bapak Menteri agar mengganti kepala balai, karena tidak sesuai dengan arahan. Kami meyakini cita-cita Pak Jokowi sangat mulia, bila ada oknum kita laporkan. Kami yakin catatan kami dibaca dan didengar,” tutup Ikbal Arief. (Rls/Red)

Show More

Redaksi

Teruntuk pembaca setia Sabba “Semua harus ditulis, apa pun. Jangan takut tidak dibaca atau tidak diterima penerbit. Yang penting, tulis, tulis, dan tulis. Suatu saat pasti berguna” (Pramoedya Ananta Toer)

Komentari Berita

Back to top button

Wett

Matiin Adblock Bro!