CilegonKomunitasTerkini

HMI Komisariat STIT Al-Khairiyah Cilegon Gelar RAK dan MUSKOHKOM

SABBA.ID | Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat STIT Al-Khairiyah Cabang Cilegon mengelar Rapat Anggota Komisariat (RAK) dan Musyawarah Kohati Komisariat (MUSKOHKOM) pada Kamis, (28/1) bertempat di Aula kampus STIT Al- khairiyah Cilegon.

Dengan mengangkat tema “mewujudkan kepemimpinan yang mampu bersinergi dalam segala lini sektor untuk melanjutkan perjuangan menuju perubahan”.

Acara ini berlangsung dan dihadiri oleh Ketua Umum HMI Cabang Cilegon, Rikil Amri dan juga turut hadir beberapa pendahulu HmI diantaranya Ficky Irfandi Kahmi Kota Cilegon, Asmui Ketua umum HMI STIT Al-khairiyah periode 2013, dan dihadiri juga oleh perwakilan organisasi eksternal yaitu GMNI dan IMC kedutaan Al-Khairiyah.

Untuk diketahui RAK dan MUSKOHKOM diselenggarakan 1 kali dalam satu periode kepengurusan diikuti oleh puluhan kader HMI dengan antusias yang tinggi, dengan beberapa agenda sidang mulai dari Laporan pertanggungjawaban pengurus sampai pemilihan pengurus baru (Formateur dan Mide Formateur).

Demisioner ketua HMI Komisariat STIT Al Khairiyah, Hairudin berharap kinerja kepengurusan kedepannya dapat ditingkatkan dan lebih baik dari sebelumnya serta dapat membawa nama baik HMI.

“Diakhir jabatan saya ini, izinkan saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh senior, pengurus dan seluruh kader HmI komisariat STIT, tentunya atas support kita bersama HMI akan terus jaya, harapan saya kedepan semoga kader-kader Hijau Hitam bisa menghadirkan program program yang sangat menarik untuk proses pengkaderan” kata Khaerudin

Hadir dalam kesempatan yang sama, Ketua umum HMI cabang Cilegon, Rikil Amri Mengatakan Rapat Anggota Komisariat (RAK) adalah bukan sekedar memilih pemimpin di komisariat namun sebuah ajang Refleksi, Evaluasi & Proyeksi kedepan untuk membawa nama baik komisariat agar lebih baik lagi.

“Sejatinya Komisariat adalah Kawahcandradimuka Himpunan, dan saya ucapkan Selamat & Sukses atas terpilihnya adinda Ikhsan Nurdiansyah sebagai Formateur terpilih HMI Komisariat STIT Al-Khairiyah Cabang Cilegon dan adinda Hayatunnnufus sebagai Formateur terpilih KOHATI Komisariat STIT Al-Khairiyah Cabang Cilegon Periode 2021-2022, Semoga membawa perkaderan yang berkualitas”. Ucap Rikil

Harapan lainnya datang dari Ficky Irfandi KAHMI Kota Cilegon ia berharap dalam RAK ini akan melahirkan gagasan baru yang akan menjadi domain pengurus yang akan datang. RAK ini menjadi momentum evaluasi kepengurusan secara keseluruhan guna menstabilkan kembali roda organisasi.

“Kami berpesan bahwa pentingnya
menanamkan “sense of belonging” sebagai wujud
kecintaan kita terhadap HMI Komisariat untuk
menumbuhkan semangat “harmonisasi perkaderan” sebagai kultur Tarbiyah serta jadikan Komisariat sebagai rumah dan kampus kedua setiap kader agar menjadi wadah laborotarium untuk menciptakan kader-kader yang siap dipimpin dan siap untuk memimpin”. Pungkasnya

Dari hasil RAK telah menetapkan Ikhsan Nurdiansyah sebagai formateur terpilih, Ihsanudin dan Abdul Rohim selaku Mide Formateur.

Formateur terpilih, Iksan Nurdiansyah berharap kepada seluruh anggota HMI untuk selalu menjaga komitmen demi kemajuan HMI ke depan.

“Di HMI kita tidak bicara hanya sekadar kuantitas, tapi kualitas juga yang paling utama untuk sama sama diperjuangkan, terutama kualitas sikap dan kualitas keilmuan.” Pungkas Iksan.

Iksan juga mengatakan secara tegas bahwa acara ini sebagai RAK yang sah dan sesuai konstitusi.

“Saya selaku ketua HMI Komisariat Stit terpilih, bahwa RAK yang diadakan hari ini adalah RAK yang resmi, dihadiri oleh SC, OC, Ketum Demisioner dan seluruh kader HMI STIT Al Khairiyah. Saya juga berharap kepada seluruh kader HMI untuk tidak terpengaruh dengan isu isu yang beredar terkait pemilihan ketum komisariat, dan saya juga berharap kepada seluruh jajaran MD KAHMI untuk bersikap adil, tegas dan dapat bersikap objektif dalam melihat situasi saat ini. Tegasnya. (Rls/Red)

Show More

Redaksi

Teruntuk pembaca setia Sabba “Semua harus ditulis, apa pun. Jangan takut tidak dibaca atau tidak diterima penerbit. Yang penting, tulis, tulis, dan tulis. Suatu saat pasti berguna” (Pramoedya Ananta Toer)

Komentari Berita

Back to top button

Wett

Matiin Adblock Bro!