LebakPendidikanTerkini

KKN 38 UIN Banten Gelar Pawai Obor Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 H

Lebak – Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) kelompok 38 UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggelar menyambut hari besar Islam 1444 H dengan mengadakan kegiatan pawai obor bersama masyarakat Desa Mekarjaya.

Kegiatan ini dilaksanakan pada sabtu malam minggu tanggal 30 Juli 2022 di Desa Mekarjaya Kec. Cimarga Kab. Lebak. Kegiatan ini mengangkat tema “Riung Mumpulung Bengkok Ngaroyok (Sadalur, Sabatur, Kudu Akur).

Berangkat dari kondisi objektif yang ada, di Desa Mekarjaya ini belum terlihat kebersamaan atau kekompakan dari masyarakat nya, sehingga kepedulian sosial ini nampak tidak terlihat di Desa Mekarjaya. Pun juga di tahun sebelumnya belum pernah mengadakan pawai obor bersama dalam satu Desa, hanya beberapa kampung saja yang mengadakan nya.

Ini adalah sebuah terobosan baru hasil dari sebuah pemikiran mahasiswa Kukerta UIN SMH banten kelompok 38 agar kegiatan ini bisa di laksanakan di setiap tahun nya oleh Desa Mekarjaya.
Kegiatan ini juga berkolaborasi dengan kelompok KKN UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan di hadiri oleh beberapa perangkat desa beserta RT, RW yang ada di desa tersebut, hingga dewasa itu hadir meramaikan kegiatan pawai obor.

“Selain memperingati Tahun Besar Islam 1 Muharram 1444 H, Kegiatan ini juga peringatan agar kita selalu meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Yang lebih utama adalah bentuk kepedulian sosial khususnya masyarakat Desa Mekarjaya. (Ujar Pak Jaro Udi).
“Selain itu juga menyampaikan isi dari sambutan nya, akan mengadakan Santunan Anak Yatim Piatu pada 10 Muharram 1444 H dan mengapresiasi penuh atas kegiatan yang diadakan oleh mahasiswa Kukerta UIN SMH Banten”.

Ketua Kukerta Kelompok 38 UIN SMH Banten menyampaikan, kegiatan pawai obor sangat penting di adakan di berbagai Desa, karena ini adalah sebuah tolak ukur untuk mempersatukan masyarakat Desa, dan kegiatan ini juga untuk membangun tingkat keharmonisan bermasyarakat sehingga menumbuhkan rasa kepedulian sosial. Selain itu juga kegiatan pawai obor ini adalah lembaran baru untuk desa mekarjaya yang berkemajuan”. Ujar Samsul Nurpidin (Atun).

Warga masyarakat Desa Mekarjaya sangat antusias dalam mensukseskan kegiatan pawai obor ini, sehingga masyarakat merasa terharu dengan adanya kegiatan pawai obor, karena di tahun sebelumnya terlihat belum pernah mengadakan pawai obor seramai ini (Se-Desa). Ujar salah satu tokoh masyarakat Desa Mekarjaya.
Harapan dari mahasiswa Kukerta Kelompok 38 UIN SMH Banten, semoga masyarakat Desa Mekarjaya bisa menerapkan arti daripada tema yang diangkat oleh kalangan mahasiswa (Sadulur, Sabatur, Kudu Akur).

Tentu nya ini sangat lah penting untuk kehidupan bermasyarakat khususnya dalam moderasi beragama, dan semoga masyarakat Desa Mekarjaya terus memeriahkan Peringatan Tahun Besar Islam dengan budaya lokal yang ada, tentu nya dalam upaya meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Selain itu kegiatan ini juga atas dasar dorongan dan motivasi dari pihak perangkat Desa, para pemuda serta masyarakat lainnya. Sehingga kegiatan pawai obor ini bisa realisasikan dan di implementasikan oleh masyarakat Desa Mekarjaya.

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button

Wett

Matiin Adblock Bro!