KomunitasNasionalTerkini

LEPPAMI PB HMI Dukung Pengungkapan Potensi Ilegal Mining di Kalimantan

SABBA.ID | Jakarta – Jalannya rapat komisi VII Dewan DPR RI ( Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia) dengan Menteri ESDM pada Kamis (14/2) minggu lalu berujung pada Desakan Anggota DPR RI Komisi VII, Yulian Gunhar kepada Kapolri (Kepala Kepolisian Republik Indonesia) Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut dugaan praktik penambangan dan penjualan batubara secara ilegal.

Senada dengan pernyataan Yulian Gunhar, Bakornas LEPPAMI PB HMI meminta pemerintah untuk serius menegakan supremasi Hukum dalam bidang pertambangan.

“Kami mendesakan segera ungkap segala pelanggaran hukum pertambangan, supremasi hukum mutlak harus di tegakkan untuk mengembalikan marwah pasal 33 UUD 1945, kususnya di wilayah kalimantan yang besar terjadinya pelanggaran hukum tambang”, ujar Nuris Bidang LH Bakornas LEPPAMI PB HMI

Muncul nama Tan Paulin yang sempat membuat panas jalannya rapat kerja Komisi VII DPR dan Menteri ESDM lalu menjadi sebuah pertanyaan publik terkait dengan siapakah orang tersebut yang di sinyalir sebagai seorang ratu batu bara, yang disinyalir telah melakukan praktik penambangan dan penjualan ilegal.

Nuris juga mendukung Politikus PDI Perjuangan yang berencana memanggil Tan Paulin guna mengklarifikasi isu yang muncul di permukaan.

“Fungsi pengawasan DPR Harus juga berjalan untuk memastikan pelaksanaan supremasi hukum di lapangan, saya sepakat dengan Yulian Gunhar dalam pemanggilannya terhadap Tan Paulin” tegasnya.

Dalam kesempatan yang berbeda
kuasa hukum Tan Paulin, Hadi Prabowo telah menegaskan bahwa kliennya tidak menjalankan penambangan dan penjualan batubara secara ilegal. Tan Paulin, merupakan pengusaha yang membeli batu bara dari tambang pemegang IUP-OP resmi, hal ini yang perlu di perjelas dalam fungsi pengawasan DPR dengan melakukan pemanggilan.**

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button

Wett

Matiin Adblock Bro!