Pandeglang

Memperkuat Fondasi Keluarga, Menyiapkan Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

SABBA.id, Pandeglang — Upaya menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju visi Indonesia Emas 2045 dinilai harus dimulai dari unit terkecil masyarakat, yakni keluarga.

Poin strategis tersebut menjadi sorotan utama dalam sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) yang digelar di Gedung MUI Kabupaten Pandeglang, Rabu (21/10/2026).

Dalam forum tersebut, para narasumber menekankan bahwa penguatan ketahanan keluarga, pencegahan masalah kesehatan anak, hingga optimalisasi bonus demografi memerlukan kolaborasi lintas sektor yang kuat.

Anggota DPR RI, Ade Rosi, menjelaskan bahwa keluarga memegang peranan krusial sebagai fondasi utama pembentukan karakter, pendidikan, serta tumbuh kembang anak.

Menurutnya, ia menggarisbawahi pentingnya perencanaan keluarga yang matang dan pencegahan stunting sejak dini. Selain itu, ia juga mendorong keterlibatan aktif figur ayah dalam pola pengasuhan anak melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).

“Pengasuhan bukan semata tanggung jawab ibu. Keterlibatan aktif seorang ayah sangat menentukan tumbuh kembang dan pembentukan karakter anak,” ujarnya di hadapan para peserta saat menjadi narasumber.

Advertisement Space

Narasumber lainnya, Kresna AdiKusuma, memaparkan pentingnya keberadaan Kampung Keluarga Berkualitas sebagai ruang kolaborasi nyata antara pemerintah dan masyarakat lokal.

“Kenali lima program prioritas yang tengah didorong, meliputi: GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), TAMASYA (Taman Asuh Ceria), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), Pengembangan Super Apps layanan keluarga, dan Program Lansia Berdaya,” ucapnya.

Kresna menambahkan, keberadaan kelompok bina keluarga seperti Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), dan Bina Keluarga Lansia (BKL) menjadi kunci penting untuk mendampingi masyarakat di setiap jenjang usia secara tepat sasaran.

Sementara itu, Narasumber, Dodi Supriatna, mengatakan bahwa cakupan Program Bangga Kencana sangat luas dan berkesinambungan, mulai dari fase pra-nikah, masa kehamilan, hingga pemberdayaan usia lanjut.

Menurutnya, Indonesia saat ini berada pada periode krusial untuk memanfaatkan bonus demografi secara optimal melalui peningkatan kualitas SDM, akses pendidikan, pelatihan keterampilan, serta penyediaan lapangan kerja.Ia menyebut, kegiatan ini menegaskan pesan kunci bahwa pembangunan SDM berdaya saing tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja.

“Sinergi antara pemerintah, kader lapangan, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat menjadi syarat mutlak agar Program Bangga Kencana serta Kampung Keluarga Berkualitas mampu menciptakan keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera demi menyongsong Indonesia Emas 2045,” tandas Dodi.

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Wett

Matiin Adblock Bro!