KomunitasSerangTerkini

Peringati IWD, Kohati Fasei UIN Banten Sebut Diskriminasi Gender masih Terjadi

SABBA.ID | Serang – Senin, (8/3). Korps Himpunan Mahasiswa Islam Wati (Kohati) Komisariat Fakultas Syariah dan Ekonomi (Fasei) Universitas Sultan Maulana Hasannudin Banten (UIN Banten) peringati gelaran International Womens Day (IWD) yang jatuh pada 8 Maret 2021.

Sebelumnya peringatan hari perempuan internasional yang biasa disebut IWD dan diperingati setiap tanggal 8 maret ini digelar bukan tanpa histori, Peringatan ini mula mula dimulai pada tahun 1908, sejak 15.000 perempuan Amerika melakukan aksi demo yang menyuarakan haknya tentang peningkatan standar upah dan pemangkasan jam kerja.

Aksi demo perempuan terbesar dengan melakukan long march dikota New York tersebut akhirnya menjadi mesin pembangkit bagi gerakan perempuan lain diberbagai negara.

Dimana berikutnya pergerakan perempuan di Rusia juga menggelar aksi damai untuk menentang Perang Dunia I pada 8 Maret 1913.

Kemudian setahun setelah itu, perempuan di seantero Eropa menggelar aksi yang sama di tanggal yang sama.

Seperti dikutip CNN Indonesia, di era Perang Dunia II, 8 Maret pun digunakan seluruh dunia sebagai penanda momentum advokasi kesetaraan gender.

Sehingga tanggal 8 Maret kemudian diakui keberadaannya oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1975. Pada 2011, mantan Presiden AS Barack Obama menetapkan Maret sebagai ‘Bulan Sejarah Perempuan’.

Sejak itu akhirnya diperingati sebagai hari International Womens Day atau hari perempuan sedunia hingga sekarang.

Tahun ini semarak peringatan IWD telah digelar dibeberapa Kota, dari berbagai organisasi mahasiswa terutama, baik intra maupun ekstra, bentukan dan pola nya pun berbeda-beda.

Salah satunya peringatan IWD 2021 ini datang dari Kohati Komisariat UIN Banten Cabang Serang, yang menggelar Aksi damai, berbentuk mimbar bebas didepan Kampus UIN SMH Banten. Pada Senin (8/3) Pukul 13.30 Wib.

Aksi dalam momentum IWD yang disuarakan ratusan Mahasiswa UIN Banten mayoritas perempuan ini merilis tuntutan berkaitan dengan Diskriminasi Gender, Perempuan Berkarya dan Perempuan Bebas Paksa.

Dini Puspitasari. Kordinator aksi (Korlap) menjelaskan tentang 3 tuntutan yang diorasikan dihadapan publik saat peringati momentum IWD tersebut, dirinya mengatakan bahwa keadilan terhadap perempuan masih perlu diserukan, karna banyak sekali ketimpangan yang menimpa perempuan yang umum disebut sebagai kesetaraan gender

“Jadi disini kita menyeru kepada semua masyarakat baik dari kalangan akademisi atau bukan, untuk melakukan gerakan bersama lawan diskriminasi gender, karna diskriminisasi gender merupakan bentuk ketimpangan dan ketidakadilan terhadap perempuan yang hingga hari masih terjadi dilingkungan sekitar kita” Ujar Dini Korlap Aksi pada gelaran Mimbar bebas peringatan IWD

Lanjut dini, ia juga menegaskan bahwa masih banyak bentuk diskriminasi terhadap perempuan yang tidak diberi kesempatan diberbagai kedudukan, ruang dan aktivitas, dimana peran laki-laki masih menjadi dominasi dibanding perempuan

“Kita bisa merasakan, bahwa mayoritas yang mendapatkan kedudukan, ruang terbuka diberbagai kesempatan, berbagai aktivitas, hari ini masih di dominasi oleh laki-laki dibanding perempuan sehingga banyak perempuan yang tidak mendapati haknya, sehingga itulah yang kami sebut sebagai diskriminasi gender” Jelasnya (Idr/Red)

Show More

Redaksi

Teruntuk pembaca setia Sabba “Semua harus ditulis, apa pun. Jangan takut tidak dibaca atau tidak diterima penerbit. Yang penting, tulis, tulis, dan tulis. Suatu saat pasti berguna” (Pramoedya Ananta Toer)

Komentari Berita

Back to top button

Wett

Matiin Adblock Bro!