NasionalPemerintahRuang TokohTerkini

Refleksi Hari Amal Bhakti: Mengenal Sosok di Balik Berdirinya Kementrian Agama RI

SABBA.ID | Setiap tanggal 3 Januari selalu di peringati sebagai Hari Amal Bhakti yang telah di tetapkan melalui penetepan Menteri Agama Nomor 6 Tahun 1956 tanggal 1 maret 1956. Di lansir dari situs Kemenag.go.id dalam penetapan tersebut, ditetapkan bahwa tanggal 3 Januari 1946 (29 Muharram 1364 H) sebagai tanggal berdirinya Kementrian Agama RI.

Sejak awal berdirinya Kementrian Agama RI atau dulu bernama Departemen Agama adalah Kementrian yang pembentukannya di masa awal kemerdekaan menghadapi realitas politik yang tidak mudah.

Adalah KH. Abudardiri sosok yang bolakbalik dibeberapa kesempatan menyampaikan usulannya untuk membentuk Kementrian Agama.

Pada saat sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) tanggal 11 juli 1945, Mohammad Yamin mengusulkan perlu adanya kementrian istimewa yang berhubungan dengan Agama. Namun, usulan ini mendapat respon negatif.

Tak lama berselang, usulan tersebut kembali muncul pada saat berlangsungnya sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) tanggal 27 Agustus 1945. Waktu itu dari 27 anggota yang datang hanya 6 orang yang menyetujuinya dan sisanya menolak karena urusan keagamaan bisa ditangani oleh Kementrian Pendidikan.

Usulan ini kembali diajukan kembali oleh wakil Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) Daerah Keresidenan Banyumas yakni KH. Abudardiri, KH. Saleh Suaidy dan M. Sukoso Wirjosaputro. Usulan tersebut mendapat dukungan penuh dari anggota sidang pada tanggal 10 November 1945

Pada sidang Pleno BP-KNIP tanggal 25 November 1945, K.H Abudardiri kembali mengemukakan usulannya. Pada sidang inilah usulan pembentukan tersebut disambut Positif tokoh-tokoh Islam yang hadir pada saat itu.

KH Abudardiri

Tanpa pemungutan suara, Presiden Soekarno akhirnya memutuskan dibentuknya kementrian Agama dan mengangkat H. Mohammad Rasjidi sebagai Mentri Agama RI pertama.

Lahir di Gembong, 24 Agustus 1895. Dardiri muda adalah seorang terpelajar,pernah bekerja sebagai pegawai kereta api S.D.S. Ia menetap di Purbalingga dan merintis usaha percetakan. Pada tahun 1920 ketika Muhammadiyah cabang Purbalingga berdiri, Abudardiri terpilih sebagai Ketua dan berjuang dibawah payung Muhammadiyah.

Melalui peringatan ini, semoga kita diingatkan agar menjunjung tinggi komitmen dan loyalitas serta dedikasi untuk mengemban amanah yang diberikan kepada kita sekalian untuk mengamal-bhaktikan segala potensi dan kreatifitas kita.

Untuk mewujudkan visi Kementrian Agama yang tertuang dalam peraturan Menteri Agama No. 8 Tahun 2006 yakni: “Terwujudnya masyarakat Indonesia yang taat beragama, maju, sejahtera, dan cerdas serta saling menghormati antar sesama pemeluk agama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

Penulis : Wisnu Ruslly Pratama (Mahasiswa UIN SMh Banten)

Show More

Komentari Berita

Related Articles

Back to top button

Wett

Matiin Adblock Bro!