JabodetabekKomunitasTerkini

Sikapi Soal Kampus Murah, KUMANDANG Banten di Unpam Nilai Aptisi Banten terlalu “Paranoid”

SABBA.ID | Setelah menyoal Kampus murah, APTISI Banten mendapat kecaman dari berbagai lapisan masyarakat salah satunya Keluarga Mahasiswa Pandeglang (KUMANDANG) Banten Komisariat Unpam.

Diberitakan sebelumnya, Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah Banten mendatangi Wali Kota Serang. Syafrudin, terkait keberatannya mengenai Kampus Unpam yang menawarkan biaya murah.

Advertisement Space

Doni Nuryana Ketua Umum Kumandang Unpam, menyayangkan hal yang di lakukan oleh APTISI Banten. Ia menilai apa yang di lakukan oleh Asosiasi PTS di banten itu adalah sebuah kekeliruan dan terlalu paranoid.

“Apa yang di lakukan oleh APTISI Banten adalah sebuah sinyal bahwa kavling bisnis mereka mengalami ancaman serta rentan tergeser, seharusnya bicara soal pendidikan apalagi mengatasnamakan Asosiasi tidak mesti bicara soal akumulasi modal” tegas Doni, Selasa (16/03)

Menurutnya, mestinya APTISI Banten bisa berkaca dari potret pendidikan di Banten, bagaimana kondisi daerah daerah yang rentan dan sulit mendapat akses pendidikan yang layak juga terjangkau

“APTISI Banten seharusnya berkaca dari potret muramnya pendidikan di banten, kenapa masyarakat ekonomi kelas bawah sulit mendapat akses pendidikan, dan bagaimana solusi pengentasan akan masalah tersebut juga harus jadi perhatian Assosiasi PTS di Banten”

Doni yang juga mahasiswa asal Pandeglang dan berstatus mahasiswa aktif Unpam, menyampaikan kekecewaannya terhadap sikap Asosiasi PTS di Banten yang menjegal serta keberatan akan adanya kampus PTS dengan biaya murah itu

“Bukan karena keberpihakan saya terhadap Unpam, saya kira kita semua sepakat bahwa pendidikan adalah hak semua warga negara sebagaimana di amanatkan undang-undang, ini bukan persoalan kavling bisnis atau akumulasi modal, pemerataan pendidikan hal yang harus turut kita dukung dan mestinya Banten sampai pada potret pendidikan nya yang mencerahkan” tandas doni. (Rls/Red)

Advertisement Space

Show More

Redaksi

Teruntuk pembaca setia Sabba “Semua harus ditulis, apa pun. Jangan takut tidak dibaca atau tidak diterima penerbit. Yang penting, tulis, tulis, dan tulis. Suatu saat pasti berguna” (Pramoedya Ananta Toer)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Wett

Matiin Adblock Bro!