LebakPemerintahTerkini

Tingkatkan Kapasitas OMS, Pemkab Lebak Gelar Rumusan Model Pemerintahan Kolaboratif

SABBA.ID | LEBAK – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Lebak bersama USAID MADANI telah mengadakan workshop untuk meningkatkan kapasitas Organisasi Sipil Masyarakat (OMS) dan menjadi sebuah ruang untuk memberikan masukan konstruktif bagi implementasi USAID MADANI di Kabupaten Lebak, khususnya dalam upaya menghimpun gagasan dari berbagai kelompok pemangku kepentingan dalam upaya penguatan OMS.

Workshop ini dibuka secara resmi oleh Sekda Lebak, Ir. H. Dede Jaelani, MM, dan sesi diskusi dipimpin oleh berbagai narasumber yang terdiri dari: Kepala Bapelitbangda Lebak, Ir. Hj. Virgojanti, M. Si; Ketua PCNU Lebak, Ky. Syaefudin Al Syadzili; dan PPSW Pasoendan, Ratu Viva Saptarina.

“Workshop online yang diselenggarakan melalui Zoom ini dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Daerah Lebak, Dinas Kesehatan Lebak, OMS, akademisi, dan juga sektor swasta. Acara ini juga akan membicarakan beberapa topik dari para pemangku kepentingan di Kabupaten Lebak, termasuk,” ungkapnya.

Dede Jailani menegaskan, Perencanaan pembangunan Kabupaten Lebak dan implementasi tata kelola pemerintahan kolaboratif di daerah tersebut.

Pengalaman OMS dalam melakukan Program Kolaboratif dengan Pemda dan sektor swasta.
Peran OMS dan pembangunan, kesempatan dan tantangan yang ada.

“Sejumlah skema untuk peningkatan kapasitas OMS di Lebak akan dipaparkan di dalam workshop ini, seperti penguatan kelembagaan, pelatihan yang relevan dengan kinerja OMS, penguatan gerakan dan kerjasama lintas sektor, literasi digital, dan lain-lain.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi kesempatan kepada peserta untuk memberikan umpan balik terhadap pemaparan narasumber dan strategi yang dapat dikolaborasikan dengan USAID MADANI dan/atau Pemda Lebak,” tandasnya.

States Agency for International Development (Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat) dan dirancang untuk memperkuat akuntabilitas pemerintah dan mendorong keberagaman sosial di Indonesia.

Untuk mencapai hal ini, USAID MADANI akan bekerja erat dengan OMS untuk (1) memperkuat kapasitas, efektivitas serta efisiensi kerja organisasi; (2) meningkatkan legitimasi OMS di mata pemerintah daerah dan masyarakat; dan (3) meningkatkan lingkungan yang memberdayakan bagi masyarakat sipil dan memobilisasi sumber daya lokal.

“Untuk mendukung keberlanjutan OMS agar dapat membawa perubahan sosial yang sangat dibutuhkan. USAID MADANI melakukan kegiatannya di 32 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Barat,” katanya. (Rls/Red)

Show More

Redaksi

Teruntuk pembaca setia Sabba “Semua harus ditulis, apa pun. Jangan takut tidak dibaca atau tidak diterima penerbit. Yang penting, tulis, tulis, dan tulis. Suatu saat pasti berguna” (Pramoedya Ananta Toer)

Komentari Berita

Back to top button

Wett

Matiin Adblock Bro!