CilegonKomunitasTerkini

Beri Ucapan Selamat, HMI dan GMNI Cilegon Minta Helldy Sanuji Tepati Janji Kampanye

SABBA.ID | Cilegon – Kelompok organisasi nasional kemahasiswaan meminta Walikota dan Wakil Walikota Cilegon Helldy Agustian-Sanuji Pentamarta yang resmi dilantik di Pendopo Gubernur Provinsi Banten, untuk bekerja sesuai kepentingan masyarakat Cilegon. Jum’at (26/2/).

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cilegon, Rikil Amril berharap dalam momentum pelantikan Walikota-Wakil Walikota Cilegon baru yang mengusung tagline perubahan itu bisa menjalankan amanah dalam tugas dan tanggung jawabnya.

“Semoga janji-janji politiknya selama berkampanye segera terealisasi, dengan visinya tentang wewujudkan Cilegon Baru, Modern dan Bermartabat” Ujar Rikil

Rikil juga berharap Helldy-Sanuji menepati janji-janji politiknya.

“HMI Cilegon berharap dalam kepemimpinan Helldy-Sanjuji, Cilegon lebih progresif dalam membangun, mengatasi kesenjangan sosial serta meminimalisir praktik KKN dalam upaya percepatan pembangunan.” Tandasnya

Sementara Dilokasi yang berbeda, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kota Cilegon, Syaihul Ihsan mengatakan banyak PR di kota Cilegon yang harus di urai, hal klasik saja yang harus dituntaskan, Cilegon ini ada ratusan Industri padat modal dengan pengangguran nya yang cukup tinggi, melihat tahun 2019 tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kota Cilegon sebsear 9,64% dan di tahun 2020 meningkat menjadi 12,69%.

“Pengangguran menjadi permasalahan fundamental, Walikota punya kebijakan strategis, dan walikota harus berpihak kepada rakyat, kita menekankan untuk mengurai pengangguran ini pimpinan daerah jangan main mata dengan para Investor apalagi konsensus-konsensus kepentingan sehingga rakyat menjadi korban, benahi SDM Cilegon sehingga mampu bersaing sehingga cacahan nya jelas dalam mengurai pengangguran,” katanya.

Kemudian, kata Dia Budaya agararis Cilegon ini hampir punah walaupun katanya negeri ini gemah ripah loh jinawi, ada pergeseran penggunaan lahan pertanian. Hal ini telihat dari data ATR/BPN pada tahun 2018 yang mencatat sebanyak 1.715,15 hektare, dan ditahun 2019 menjadi 1.626,92 hektare, artinya ada alih fungsi lahan seluas 88,23 hektare hanya dengan kurun waktu setahun.

“Padahal dalam Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Banten Nomor 5 Tahun 2014 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PL2B) pasal 11 ayat (2) huruf (f), luas lahan pertanian pangan berkelanjutan di Kota Cilegon ditetapkan paling kurang 1.736 hektar. Artinya kota Cilegon sudah meningkari kesepakatan dalam perda tersebut,” kata Syaihul.

Hal yang paling dirugikan dalam megahnya Kota Cilegon, jelas Syaihul adalah Petani, Nelayan dan buruh, bayangkan nelayan pangkalannya hilang terhalang tembok Industri, dan anak usia produktif melihat data BPS tidak ada berprofesi Nelayan dan Petani bagaimana ketahanan pangan Cilegon untuk 10 sampai 20 tahun lagi.

“Walikota harus tau di Cilegon ini pemuda-pemuda dikampung kerja jika ada Overhaul pabrik paling kerja selama dua Minggu atau Sebulan terus udah, itu juga dibagi kesempatan bekerjanya, tidak semuanya masuk kerja karena keterbatasan permintaan pabrik, bayangkan apakah potret kota Industri akan terus seperti ini, tolong rakyat ini dibekali keterampilan, di kunjungi masyarakatnya dibuka jalur peluangnya, pengusaha lokal nya juga dibina sehingga bisa menyerap tenaga kerja dari tetangganya, intinya diurus lah Kedepan masyarakat nya,” tegasnya. (Rls/Red)

Show More

Redaksi

Teruntuk pembaca setia Sabba “Semua harus ditulis, apa pun. Jangan takut tidak dibaca atau tidak diterima penerbit. Yang penting, tulis, tulis, dan tulis. Suatu saat pasti berguna” (Pramoedya Ananta Toer)

Komentari Berita

Related Articles

Back to top button

Wett

Matiin Adblock Bro!