Ruang TokohSerang

Bonus Demografi Jadi Peluang Sekaligus Tantangan Generasi Muda

SABBA.ID – Indonesia pada saat ini hingga 2035 mengalami masa bonus demografi. Generasi muda dapat memahami apa itu bonus demografi, dampak kehadiran nya, dan peran yang dapat di ambil oleh generasi muda.

Pada era bonus demografi tersebut, Indonesia memiliki peluang untuk memetik bonus demografi karena usia produktif 15 sampai 64 tahun, akan lebih besar di bandingkan usia non-produktif di usia 65 tahun ke atas dengan proporsi lebih dari 60 persen dari total penduduk indonesia.

Data sensus Penduduk Tahun 2020 juga menunjukan sekitar 27, 94 persen dari usia produktif tersebut merupakan generasi muda yang ada di masa kini.

Untuk merebut bonus demografi pastinya apabila remaja saat ini sebagai penduduk usia produktuf, tidak mempunyai kesiapan dan berkualitas, akan menjadi beban negara ataupun menjadi bencana dalam menghadapi era bonus demografi.

Pemuda dalam pembangunan bangsa dikatakannya adalah kolaborator dan inisiator, bukan objek dan target. Pemuda usia remaja saat ini akan menjadi bagian terbesar dalam angkatan usia kerja produktif di era bonus demografi.

Memanfaatkan momen langka ini, di butuhkan pemetaan kuantitas dan kualitas sumber daya pemuda.
Semua itu menuntut sosok pemuda yang produktif dan bermanfaat secara masif, mendorong suksesnya berbagai program pemerintah guna terwujud nya pembangunan bangsa

Artinya tanpa pendidikan yang cukup, kesehatan yang baik, dan skill yang berkembang, suatu negara atau daerah akan melewatkan begitu saja manfaat bonus demografi tanpa hasil yang maksimal.

Masa remaja merupakan masa yang sangat menyenangkan bagi sebagian besar orang. Pada fase ini, mereka mulai bertemu sosial yang lebih luas, beradaptasi, bermain sekaligus belajar bersama, dibarengi dengan kemampuan logika yang berkembang dengan baik.

Bahwa untuk mewujudkan bonus demografi memang tidak semudah membalikan telapak tangan, oleh karena itu perlu adanya komitmen yang tinggi dari pemerintah dalam hal ini sebagai pemegang kebijakan. Selain itu sebagai pemuda yang nantinya akan menghadapi kondisi ini kita sudah harus bersiap menghadapi keadaan ini.

Inilah di sebut bonus demografi yang dapat di manfaatkan untuk menaikan kesejahteraan masyarakat.
Di era disrupsi saat ini, pemuda ujung tombak dalam proses perjuangan, pembaharuan dan pembangunan bangsa. Pemuda aktor intelektual yang kehadirannya di harapkan mampu membawa suatu bangsa.

Pepatah mengatakan, ” Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya di pegang oleh pemuda”.
Pemuda di harapkan menjadi pemimpin masa depan yang lebih baik dan berkompeten dari pemimpin masa kini agar dapat mendorong terjadinya transformasi bangsa ini ke arah yang lebih baik melalui perubahan.
Pemuda di harapkan bisa membawa ide-ide segar, pemikiran yang kreatif dan inovatif, serta memiliki daya saing dalam kancah regional dan global.
Oleh Supandi, Ketua Umum IKAMABA

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button

Wett

Matiin Adblock Bro!