Terkini

Di Atas Kertas Sempurna, Di Bawah Diamputasi

Negara ini sebenarnya sedang berada di jalur yang tepat. Pemerintah pusat baru saja merilis sebuah program bantuan sosial yang sangat revolusioner  sebuah program yang lahir langsung dari jeritan hati rakyat kecil. Anggarannya fantastis, tujuannya mulia: memastikan tidak ada lagi anak yang putus sekolah dan tidak ada lagi dapur yang berhenti mengepul. Saat program itu diumumkan di televisi nasional, rakyat menyambutnya dengan air mata bahagia. Untuk pertama kalinya, mereka merasa benar-benar didengar.

Namun, jarak antara ruang sidang yang megah di ibu kota dan meja-meja birokrasi di tingkat desa ternyata terlampau jauh. Di sanalah mereka berada, bersunyi-sunyi di dalam gelap: para “tikus got” birokrasi. Mereka adalah oknum-oknum tingkat bawah yang tidak peduli pada air mata rakyat, melainkan hanya peduli pada seberapa tebal kantong mereka sendiri.

Ketika aliran dana program itu turun dari pusat, ia harus melewati jaringan pipa sistem pengelolaan bawah yang kotor dan bocor. Di tingkat provinsi, dana itu tergores sedikit. Turun ke tingkat kabupaten, ia dipangkas dengan dalih “biaya administrasi”. Masuk ke tingkat kecamatan, ada lagi potongan untuk “uang lelah”. Begitu sampai di tangan kepala lingkungan atau ketua lingkungan terkecil, dana yang awalnya utuh dan besar itu kini sudah ringkih dan menyusut setengahnya.

Rakyat kecil yang lugu menerima sisa-sisa potongan itu dengan senyum getir. Mereka tahu mereka dicurangi, tetapi mereka terlalu takut dan terlalu lelah untuk melawan. “Daripada tidak dapat sama sekali,” bisik mereka pasrah. Sementara itu, di sudut-sudut kantor administrasi yang luput dari pengawasan, para tikus got tersenyum puas, menimbun remah-remah hak rakyat untuk kemewahan mereka sendiri. Programnya sudah sangat bagus, niat negaranya sudah sangat mulia, tetapi sistem di tingkat bawah telah membusuk dan menggerogoti harapan bangsa dari dalam.

Oleh: Sunandar

Advertisement Space

Show More

Nurul Oktaviani

Menulis dengan integritas, menyampaikan fakta dengan nurani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Wett

Matiin Adblock Bro!