PemerintahSerangTerkini

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Banten Adakan Sosialisasi Pemeliharaan Eskosistem Lahan Basah

Serang – Dalam rangka mendukung upaya pengelolaan ekosistem lahan basah, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bantan mengadakan Sosialisasi Pengendalian Kerusakan dan Pemeliharaan Ekosistem Lahan Basah pada Kamis (30/06/22) di Aula Kantor Dinas DLHK Provinsi Banten Jl. Syeh Nawawai Albantani KP3B Kota Serang.

Lahan basah adalah wilayah daratan yang jenuh atau tergenang air baik secara permanen maupun musiman. Lahan basah pedalaman meliputi lahan gambut, kolam, danau, sungai, dataran banjir, dan rawa. Lahan basah pesisir meliputi rawa air asin, muara, bakau, laguna, dan terumbu karang. Tambak dan sawah adalah lahan basah buatan manusia.

Pada kegiatan sosialisasi ini khusus membahas mengenai lahan basah di wilayah pesisir.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutan (DLHK) Wawan Gunawan mengatakan dalam sambutanya, Lahan basah merupakan salah satu penyimpan karbon permukaan (top carbon) bumi. Bantem memiliki lahan basah yang cukup luas dengan potensi cadangan karbon yang cukup besar, sehingga diperlukan pengelolaan lahan basah untuk mencapai target penurunan emisi Pembangunan Rendah Karbon (PRK) serta untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs), khususnya Tujuan Nomor 13 (Penanganan Perubahan Iklim).

Bantem memiliki lahan basah yang cukup luas dengan potensi cadangan karbon yang cukup besar, sehingga diperlukan pengelolaan lahan basah untuk mencapai target penurunan emisi Pembangunan Rendah Karbon (PRK) serta untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan” Katanya.

Diperlukan peran nyata stakeholder terkait, baik pemerintah, swasta maupun masyarakat dalam melakukan pengendalian kerusakan dan pemeliharaan mangrove, mengingat sangat pentingnya keberadaan hutan mangrove sebagai buffer (penyangga) suatu wilayah daratan terhadap intrusi air laut, abrasi pantai ataupun sebagai habitat flora fauna pantai dan penyimpan karbon.

” Kegiatan ini perlu tindakan yang nyata bukan hanya pihak DLHK Provinsi Banten saja, akan tetapi perlu adanya kerjasama atar lembaga dan peran serta masyarakat, kita perlu memberikan pemahaman betapa petingnya keberadaan dan maanfaat hutan mangrove” Imbuhnya.

Narasumber pertama pada acara sosialisasi ini dari Direktorat  Bina Pengekolaan dan Pemulihan Ekosistem (Ditjen KSDE) Wenda Yandra yang menyampaikan materi tentang Pemulihan Ekosistem dan Kaitannya dengan Pencegahan dan Penanggulangan Penurunan Muka Tanah pada Lahan Basah Pesisir. Materi kedua disampaikan oleh Anggota Komisi II DPRD Provinsi Banten tentang manfaat keberadaan hutan mangrove.

Kegiatan sosialisasi Pengendalian kerusakan dan pemeliharaan ekosistem lahan basah ini dihadiri perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten/Kota dan unsur Masyarakat serta Anggota Komisi II DPRD Provinsi Banten.

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button

Wett

Matiin Adblock Bro!