KomunitasSerangTerkini

IDRI Banten Lakukan PKM Kolaborasi Dosen Se-Banten di Pulau Tunda

SABBA.ID | Serang – Bertempat di Desa Wargasara kecamatan Tirtayasa Kabupaten Serang, Minggu (21/03/2021) Puluhan Dosen se-Banten yang tergabung di organisasi Ikatan Dosen republik Indonesia (IDRI) Provinsi Banten melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Kolaborasi para Dosen Se-Banten.

PKM Kolaborasi yang diikuti oleh Dosen-dosen yang berasal dari PTN dan PTS yang ada di Banten. Kesepuluh Perguruan Tinggi tersebut diantaranya; Universitas Primagraha (UPG) Serang; Politeknik PGRI Banten; Universitas Al Khairiyah (UNIVAL) Cilegon; Universitas Bina Bangsa (UNIBA); Universitas Serang Raya (UNSERA); Universitas Sultan Ageng Tirtaysa (UNTIRTA); STKIP Situs Banten; STMIK Insan Pembangunan Tangerang; Universitas Banten Jaya (UNBAJA) dan STIE Banten.

Didi Wandi, selaku Pengurus IDRI Banten sekaligus Ketua Panitia Pelaksana PKM Kolaborasi para Dosen Se-Banten mengatakan Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan Pelatihan, Pendampingan dan Sosialiasi kepada masyarakat desa yang ada di Pulau Tunda.

“Kedatangan kami ke Pulau Tunda adalah untuk melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat, dimana agenda kegiatan yang akan kami lakukan adalah memberikan pelatihan, pendampingan dan sosialisasi kepada masyarakat tentang kewirausahaan dan kesehatan masyarakat.” ujar Didi Wandi yang juga tercatat sebagai Dosen STIE Banten.

Didi menambahkan, “Tujuan dari kegiatan ini selain memberikan pelatihan, kami juga ingin melaksanakan pendampingan terhadap ibu-ibu disini yang memiliki banyak waktu luang untuk berwirausaha melalaui potensi alam yang ada di Pulau Tunda.” pungkasnya.

Sementara Kepala Desa Wargasara Hasim dalam sambutannya mengatakan sangat bersyukur dan berterimakasih kepada para Dosen yang sudah berkunjung dan melihat secara langsung kehidupan masyarakat di Pulau Tunda.

“Kami berharap kedatangan bapak dan ibu Dosen yang melaksanakan kegiatan PKM ini bisa membantu kesulitan warga masyarakat yang ada di desa kami. Kami sangat membutuhkan pelatihan, pembinaan dan pendampingan kewirasusahaan untuk ibu-ibu agar memiliki kegiatan yang bernilai ekonomis.” Ujar Hasim dalam sambutannya.

Ditambahkan oleh Hasim, “ibu-ibu warga desa kami sampai hari ini sangat kesulitan untuk mengembangkan kegiatan ekonomi, karena tidak ada yang melatih dan mendampingi. Disini kami memiliki banyak potensi alam yang bisa dikembangkan secara ekonomis yang dapat menghasilkan pendapatan bagi masyarakat. Namun karena tidak ada pembinaan dan pendampingan secara serius dari Pemerintah Kabupaten, kami merasa dianak tirikan keberadaannya di Pulau Tunda ini.”

Sementara Achmad Rozi El Eroy selaku Ketua Ikatan Dosen Republik Indoneisa (IDRI) Provinsi Banten dalam sambutannya mengatakan, kedatangan para Dosen yang berasal dari sepuluh Perguruan Tinggi di Banten ini bermaksud untuk bersilaturahmi dengan warga masyarakat Pulau Tunda, sekaligus melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada masyarakat sebagai tugas dan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap Dosen.

“Kedatangan para Dosen yang tergabung di IDRI Banten ini adalah untuk menunaikan salah satu kewajiban dari misi tri darma perguruan tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan pelatihan, pendampingan dan sosialisasi kepada masyarakat tentang membangun kemandirian ekonomi ditengah masa krisis ini.” ungkapnya

Rozi menambahkan, “Semoga dengan adanya PKM ini menjadi momentum yang baik untuk membangun kolaborasi antara Dosen, Perguruan tinggi dan warga masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di Pulau Tunda.”

Salah seorang peserta PKM, Erlina Sari Pohan Dosen Universitas Al Khairiyah (UNIVAL) ketika diminta tanggapannya terkait dengan kegiatan PKM mengatakan, “Pendampingan ini selain sebagai satu bentuk penerapan kebijakan dari pemerintah juga sebagai bentuk kepedulian untuk mengembangkan desa melalui pendampingan yang terarah, terukur dan dapat dimonitor pergerakannya dengan baik dan mengacu pada konsep keberlanjutan.” pungkasnya (Rls/Red)

Show More

Redaksi

Teruntuk pembaca setia Sabba “Semua harus ditulis, apa pun. Jangan takut tidak dibaca atau tidak diterima penerbit. Yang penting, tulis, tulis, dan tulis. Suatu saat pasti berguna” (Pramoedya Ananta Toer)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button

Wett

Matiin Adblock Bro!