KomunitasPandeglangPemerintahTerkini

Insiden Buruh Masuk Kantor Gubernur, KUMANDANG Banten Minta Semua Pihak Objektif

SABBA.ID | Pandeglang – Ketua Umum Keluarga Mahasiswa Pandeglang (KUMANDANG) Banten, Nisaz, soroti pernyataan Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) dan Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEMNUS) Banten yang dianggap merendahkan harga diri kaum Buruh.

Nisaz mewakili keluarga besar KUMANDANG Banten menyatakan bahwa pernyataan dari Gubernur Wahidin yang meminta pengusaha ganti pegawai apabila menolak besaran UMK Tahun 2022 dirasa menurunkan harga diri buruh.

“Pernyataan Gubernur Wahidin yang mengatakan pengusaha bisa cari pegawai lain, jika masih menolak Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) 2022 dinilai merendahkan kaum Buruh”. Kata Nisaz saat dimintai keterangan oleh sabba.id (26/12), Malam.

Nisaz melanjutkan, Keluarga Besar Kumandang mendukung penuh atas perjuangan buruh di Banten yang menuntut kenaikan UMK.

“Saya mewakili keluarga besar Kumandang Banten mendukung penuh atas apa yang buruh harapkan,” katanya.

Selain itu Nisaz menerangkan bahwa tindakan Gubernur paska pendudukan ruang kerja oleh buruh, itu anti demokrasi, setelah statement yang memarginalkan kaum buruh sebelumnya.

“Pelaporan Kaum Buruh ke jalur hukum yang harusnya gubernur dapat memberikan solusi alternatif, dengan merangkul seperti pemanggilan persuasi secara terbuka, atau membuka ruang dialog yang baik. Sehingga bisa sama-sama saling introspeksi, bukan malah melaporkan apalagi sampai ditersangkakan” tegasnya.

Selain itu Nisaz juga sangat menyayangkan atas pernyataan dari BEMNUS Korda Banten yang tidak melihat situasi dengan objektif.

“Sangat menyayangkan BEMNUS Banten yang memberi kritikan subjektif dan tidak mendukung gerakan buruh, malah bersikap seperti membela penguasa, padahal bukan tanpa sebab buruh sampai menduduki kantor gubernur” tutupnya.

Show More

Komentari Berita

Related Articles

Back to top button

Wett

Matiin Adblock Bro!