Ruang TokohSerang

Lifelong Learning Strategi ASN Menghadapi Era VUCA dan Disrupsi Teknologi

VUCA adalah singkatan dari Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity. Volatility atau volatilitas memiliki maksa sebagai suatu hal yang mudah berubah-ubah, arti Uncertainty yaitu ketidakpastian hal tersebut menggambarkan situasi dimana orang-orang akan sulit memprediksi sebuah keakuratan yang akan terjadi di masa depan, lalu Complexity memiliki arti kompleksitas, yang mana ini menggambarkan situasi yang semakin rumit karena tantangan yang hadir merupakan perwujudan dari banyak faktor yang saling terkait satu sama lain, dan Ambiguity memiliki arti tidak ada kejelasan dari asal-usul sebuah kejadian.

Dari keempat definisi di atas mengenai VUCA, dapat dilihat bahwa VUCA menggambarkan sesuatu yang penuh dengan ketidakjelasan, tidak berarah, situasi yang cenderung berubah-ubah dengan sangat cepat yang berasal dari sebab dan akibat yang tidak jelas, yang mana situasi ini sangat ironis jika tidak diantisipasi.

Advertisement Space

Keadaan tersebut juga merubah secara dinamis lingkungan pekerjaan termasuk perubahan karakter dan tuntutan keahlian (skills). Kenyataan ini menuntut ASN di setiap instansi selayaknya meninggalkan pendekatan dan mindset yang kaku, cenderung terpola dalam kerutinan dan tidak adapatif dengan zaman. ASN diharapkan memiliki sifat dan kompetensi dasar, utamanya: inovasi, daya saing, berfikir kedepan dan adaptif dengan era digital. Sangat penting ASN memahami tantangan dinamika perubahan lingkungan strategis dan disrupsi teknologi.

Aspek sumber daya aparatur menjadi salah satu fokus dalam pembenahan tata kelola pemerintahan. Hal ini tentu didasari pada kesadaran bahwa sumber daya manusia merupakan salah satu faktor kunci dalam mencapai tujuan penyelenggaraan negara.

ASN sebagai satu faktor kunci dalam mewujudkan tujuan penyelenggaraan negara memilik peran penting dalam pembangunan bangsa, dan hal tersebut tidak bisa dicapai tanpa penguasaan kompetensi yang dimiliki ASN pada era saat ini.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (UU ASN), terdapat 3 (tiga) kompetensi yang perlu dikuasai ASN, yaitu kompetensi manajerial, teknis dan sosial kultural. Kompetensi teknis terdiri atas kompetensi teknis dan kompetensi fungsional. Kompetensi manajerial diukur dari tingkat pendidikan, pelatihan struktural atau manajemen, dan pengalaman kepemimpinan. Kompetensi teknis diukur dari tingkat dan spesialisasi pendidikan, pelatihan teknis fungsional dan pengalaman bekerja secara teknis. Sementara kompetensi sosial kultural diukur dari pengalaman kerja berkaitan dengan masyarakat majemuk dalam hal agama, suku, dan budaya sehingga memiliki wawasan kebangsaan.

Cara ASN mewujudkan ketiga kompetensi diatas adalah dengan cara memiliki dan menerapkan Lifelong Learning. Lifelong Learning merupakan kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh setiap ASN. Lifelong Learning adalah salah satu pendekatan manusia dalam belajar, baik itu untuk tujuan personal maupun profesional. Lifelong Learning dinilai penting untuk ASN menghadapi era VUCA dan disrupsi teknologi karena memiliki manfaat yang sangat besar bagi setiap individu ASN yaitu mengembangkan karir di instansi kerja, cepat beradaptasi dengan teknologi informasi dan bahkan hal tersebut baik untuk kesehatan karena belajar terus-menerus bisa menjaga kesehatan otak. Dengan begitu, kemampuan berfikir juga bisa terus maksimal setiap harinya. Selain bermanfaat bagi setiap individu ASN, Lifelong Learning juga turut berdampak bagi penyelenggaraan negara karena ASN yang menerapkan Lifelong Learning di lingkungan pekerjaan akan mewujudkan instansi pemerintah yang efektif dan responsif.

Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa Lifelong Learning penting untuk proses meningkatkan kompetensi ASN di zaman yang terus berubah dan untuk mengikuti berbagai perubahannya, setiap ASN perlu membuka dirinya untuk belajar hal-hal baru yang bermunculan.

Advertisement Space

Implementasi Lifelong Learning tergantung dari kesadaran masing-masing ASN sehingga pemahaman yang kuat bagi setiap ASN untuk memiliki dan menerapkan Lifelong Learning dalam kehidupan sehari-hari dan di lingkungan pekerjaan sangat amat penting. Selain mengikuti diklat dan bimtek yang diselenggarakan oleh negara. Lifelong Learning dapat dilakukan oleh ASN secara mandiri yaitu dengan metode seperti membaca buku, berlangganan buletin atau berita untuk meningkatkan kepekaan terhadap perubahan lingkungan strategis, menonton video edukasi di platform digital dan mengikuti webinar. Hal tersebut dinilai penting guna meningkatkan kompetensi diri sebagai ASN untuk menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.

Mempraktikkan Lifelong Learning dalam kehidupan sehari-hari dapat dilakukan ASN dengan cara menentukan prioritas pembelajaran yang akan diikuti, meninjau kembali pembelajaran yang didapat, mengaktualisasikan pembelajaran yang didapat di lingkungan instansi kerja maupun di kehidupan sehari-hari, menjaga rasa ingin tahu agar setiap ASN benar-benar memahami pembelajaran dan membantu orang lain belajar atau mengajari teman di lingkungan pekerjaan juga dinilai penting guna menjaga pembelajaran yang didapat terus meresap di setiap individu ASN.

Hal tersebut juga sejalan dengan salah satu indikator Kompeten dalam core values ASN BerAkhlak yaitu membantu orang lain belajar, yang mana perilaku berbagi pengetahuan bagi ASN pembelajar yaitu aktif dalam “pasar pengetahuan” (Thomas H.& Laurence, 1998) atau forum terbuka (Knowledge Fairs and Open Forums) baik dalam kegiatan formal ataupun nonformal, sehingga menjadi seorang ASN dituntut aktif dalam jejaring pengetahuan untuk memutakhirkan pengetahuannya dan atau dapat juga menyediakan dirinya sebagai sumber pengetahuan sesuai kompetensi yang dimiliki. Dengan demikian jika kesadaran menerapkan Lifelong Learning dimiliki oleh setiap individu ASN maka era VUCA dan disrupsi teknologi akan terantisipasi dengan baik demi terwujudnya ASN yang profesional untuk kemajuan Indonesia.

Oleh : Rizky Kurnia, S.H.

CPNS Analis Perkara Peradilan pada Mahkamah Agung RI

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Wett

Matiin Adblock Bro!