KomunitasNasionalTerkini

LKB PB HMI Minta Kemkominfo dan Komisi I Lakukan Pemetaan Merata Akses Internet Wilayah di Daerah

Banten – Menyoroti masih minimnya perluasan jaringan internet di daerah khususnya Pandeglang-Lebak Provinsi Banten, Badan Koordinasi Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (LKBHMI PB HMI) meminta Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Komisi I DPR RI untuk melakukan langkah kongkrit dan pemetaan daerah dalam mengurai problematika itu, Ungkap Ahmad Syafaat Direktur Media Kreatif LKBHMI PB HMI kepada awak media pada Sabtu, (23/4/22).

Daerah Pandeglang-Lebak ada wakil Rakyat DPR RI Komisi I dari Fraksi Demokrat Rizki Natakusumah yang selalu memiliki spirit dalam mengkampanyekan ekosistem digital ditengah masyarakat.

Menurutnya, kami memberikan catatan seharusnya Komisi I DPR RI lebih langsung fokus memberikan pemetaan daerah mana saja di Pandeglang dan Lebak yang belum terjangkau jaringan internet atau sinyal.

“Sebaiknya DPR RI Komisi I dapil Pandeglang-Lebak Rizki Natakusumah agar lebih kongkrit melakukan pemetaan wilayah tidak hanya sebatas ceremonial melalui seminar BAKTI Kemkominfo, terangnya.

Perlu kita ketahui ada beberapa masukan dari temen-temen Milenial di Pandeglang masih banyak daerah yang belum terjangkau jaringan internet, kami harap DPR RI Komisi I Dapil Pandeglang-Lebak, Aa Rizki Natakusumah memberikan solusi yang kongkrit agar perluasan internet merata.

“Saran kami Kemkominfo RI melalui Komisi I DPR RI melakukan Pemetaan wilayah di daerah yang belum tersentuh jaringan internet agar lebih terarah dan terfokus pada pembangunan infrastrukturnya, hal ini sangat penting” jelasnya.

Selanjutnya, setelah melakukan pemetaan daerah yang belum tersentuh jaringan internet, kami kaum muda bersama komisi I khususnya Aa Rizki Natakusumah siap mengawal jaringan internet baik khususnya di Pandeglang-Lebak.

Saat sebagian penduduk Indonesia tersulut emosinya karena internet lemot, masih ada sebagian yang bahkan belum tersentuh oleh jaringan seluler.Kelimpangan bukan hanya perkara rasio gini, tetapi juga soal perbedaan akses.

Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa   Internet Indonesia (APJII) jumlah pengguna  internet  di  Indonesia  sebanyak  143,26  juta  atau  sekira  55%  dari  populasi. Artinya, masih terdapat 45% sisanya yakni sekira 117 juta masyarakat yang masih belum tersentuh internet.

Potret  tersebut  menunjukkan  bahwa masih  terdapat  pekerjaan  rumah pembangunan infrastruktur  telekomunikasi  agar internet dinikmati di tiap jengkal  wilayah Indonesia. Sayangnya, pemerintah pun belum mengetahui pastinya lokasi 117 juta penduduk yang belum tesambung ke dunia maya ini. Apa yang ada, hanya peta daerah-daerah terpencil yang masuk kategori tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

Padahal, masih banyak daerah yang tak masuk kategori 3T tetapi tidak tersentuh sinyal. Hal itu, menjadi tantangan tambahan karena kerangka pembangunan infrastruktur saat ini  baru  mengacu  pada  daerah  3T  yang  diaturdalam  Peraturan  Presiden  No. 131/2015 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2015 hingga 2019.

Mengacu  data  Badan Pembangunan  Nasional,  lokasi prioritas pembangunan infrastruktur telekomunikasi akan menyasar 7.666 desa di 1.475 kecamatan. Desa-desa ini tersaring  melalui  kriteria  dalam  Indeks  Pembangunan  Desa  (IPD)  seperti  ketersediaan base transceiver station (BTS) dan ketersediaan sinyal dan peranti.

Show More

Redaksi

Teruntuk pembaca setia Sabba “Semua harus ditulis, apa pun. Jangan takut tidak dibaca atau tidak diterima penerbit. Yang penting, tulis, tulis, dan tulis. Suatu saat pasti berguna” (Pramoedya Ananta Toer)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button

Wett

Matiin Adblock Bro!