KomunitasNasionalTerkiniUMKM

Menuju 1 Abad HMI: Penguatan UMKM Dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045

SABBA.ID | Jakarta, Bidang Kewirausahaan, Usaha Mikro Kecil Menengah dan Ekonomi Kreatif Pengurus Besar Mahasiswa Islam (K-UMKM dan Ekraf PB HMI) menggelar Entrepreneurs Talks Series (ETS) Kedua pada Selasa, 15 Februari 2022 Via Virtual.

ETS Kedua yang digelar Bidang K-UMKM dan Ekraf PB HMI tersebut mengusung tema ‘Proyeksi Awal Tahun Menyongsong Indonesia Emas: Strategi Penguatan UMKM Pasca Pandemi Covid-19’
Dalam kegiatan ETS dengan menyasar para pelaku usaha kader HMI seluruh Indonesia, narasumber yang hadir dalam kegiatan tersebut yakni dari tiga kementerian sekaligus.

Perwakilan dari tiga kementerian yang menjadi narasumber diantaranya yakni Ibu Siti Azizah selaku deputi Bidang Kewirausahaan dan Sekretaris Deputi Bapak Talkah Badrus dari Kementerian Koperasi dan UKM RI.

Dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dihadiri oleh Bapak Kemal Akbar K.I Monoarfa selaku Koordinator Edukasi Direktorat SDM Ekraf.
Dan terakhir dari Kementerian Investasi/BKPM RI hadir Bapak M. Pradana Indraputra selaku Staf Khusus Bidang Peningkatan Pengusaha Nasional.

Rival Afandi selaku moderator dan juga panitia ETS mengatakan, ETS tersebut merupakan salah satu rangkaian dalam program Inkubator Bisnis Bidang K-UMKM dan Ekraf PB HMI yang digelar selama Februari hingga Maret 2022 dengan pertemuan selama dua kali setiap minggunya.
“Jadi ETS dengan 9 kali pertemuan ini merupakan program yang dirancang sesuai dengan kebutuhan para pelaku usaha kader HMI Seluruh Indonesia. Bisa dikatakan ETS ini merupakan gerbang awal kader wirausaha HMI dalam mengikuti training-training lainnya yang telah kami rancang,” ujar Rival yang juga merupakan Kepala Tim Kurasi Produk Nasional kader wirausaha HMI.

Sementara, Kepala Bidang Inkubator Bisnis Bidang K-UMKM dan Ekraf PB HMI Frely Rahmawati dalam sambutannya mengatakan, dengan diadakannya ETS dalam program Inkubator Bisnis PB HMI ini dapat menjadi ruang-ruang diskusi para pelaku wirausaha dan juga pemangku kebijakan untuk sama-sama mencari solusi atas permasalahan dan kebutuhan yang selama ini menjadi keresahan kader wirausaha HMI.

“Kegiatan talk series kedua dengan topik ‘Proyeksi Awal Tahun Menyongsong Indonesia Emas: Strategi Penguatan UMKM Pasca Pandemi Covid-19’ ini diharapkan dapat memberikan gambaran bagaimana umkm kedepan dan tantangan yang dihadapi Indonesia dalam konteks ekonomi,” ujar Frely Rahmawati.

Lebih lanjut, gadis asal Banten juga menyampaikan, dengan kegiatan ini semoga para pelaku usaha khususnya generasi milenial bisa lebih semangat untuk menjalankan usahanya dan mampu bertahan di masa Pandemi Covid-19 dengan terus meningkatkan kemampuannya dalam bidang wirausaha khususnya dalam pemanfaatan digital.

Adapun Ketua Bidang K-UMKM dan Ekraf PB HMI Nasrul menyampaikan bahwa pihaknya akan berupaya mengawal para pelaku wirausaha HMI dengan terus melakukan pendampingan dalam gerakan 10000 Youngs Entrepreneur menuju 1 Abad HMI.

“Harapannya, melalui program Inkubator Bisnis PB HMI yang nantinya juga akan gelar di beberapa daerah, para kader wirausaha HMI yang telah turut serta mengikuti berbagai kegiatan kami, akan menjadi agen-agen dalam gerakan kami,” ujar Nasrul.

Untuk itu kata Nasrul, pihaknya mengharapkan adanya dukungan dan juga dorongan baik itu dari pemerintah pusat dengan Kementerian terkait dan juga pemerintah daerah serta berbagai elemen sebagian upaya dalam penguatan ekonomi nasional” ujar Nasrul.

Di sisi lain, narasumber pertama yakni Deputi Kewirausahaan Siti Azizah mengatakan bahwa dalam penguatan ekonomi nasional, terdapat lima program dalam pengembangan kewirausahaan nasional diantaranya yakni Inkubasi dan pendampingan, digitalisasi K-UMKM, redesign program PLUT, data tunggal UMKM, pembiayaan alternatif dan kolaborasi antar pihak.

Lebih lanjut, Sekretaris Deputi (Sesdep) Talkah Badrus mengatakan, pihaknya mengharapkan generasi muda HMI Ini dapat didorong untuk menjadi pelaku usaha. Karena, kedepan UMKM ini sebagai tumpuan atau tulang punggung ekonomi Indonesia.
“Dari sisi kewirausahaan, kita masih kecil yakni 3,4, dan tahun 2024 ini kita dorong sehingga mencapai angka 4 persen. Ini pertumbuhannya kita dorong dari generasi muda supaya nantinya pelaku usaha ke depan bisa berdamai dengan era digitalisasi,” ujar Talkah Badrus.

Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa jangan sampai kemudian barang-barang yang beredar di pasar digital justru banyak dari asing. Untuk itu, perlu memanfaatkan potensi lokal untuk mengembangkan usaha,” ujarnya.

Terakhir, Ia juga menerangkan bahwa pihaknya akan selalu mengawal gerakan 10000 wirausaha dari kader HMI untuk bisa melakukan.

Selanjutnya narasumber kedua, Koordinator Edukasi Direktorat SDM Ekraf Kemal Akbar K.I Monoarfa menyampaikan bahwa anak muda merupakan sumber daya produktif yang memiliki segudang ide-ide kreatif.

Oleh karenanya, dengan ide-ide kreatif tersebut dapat membantu pemerintah khususnya Kemenparekraf untuk mengurangi pengangguran.

Selain itu, dengan semakin banyak produktifitas yang dihasilkan maka akan berdampak pada meningkatnya perkembangan ekonomi nasional.

“Sebagai agen of change, anak muda harus mampu memanfaatkan teknologi dan berupaya nmempromosikan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) di daerahnya,” Ujar Kemal.

Terakhir, M. Pradana Indraputra selaku Staf Khusus Bidang Peningkatan Pengusaha Nasional BKPM RI mengatakan, ada beberapa point penting dalam penguatan UMKM diantaarnya yakni dengan adanya kemudahan legalitas usaha, segala bentuk alokasi, dan beragam dukungan kebijakan sudah diberikan untuk para pelaku usaha.

Oleh karenanya, Pradana Indraputra menerangkan bahwa tingal para anak muda pelaku usaha pintar pintar menangkapnya.

“Sekarang adalah saatnya yang paling tepat untuk menjadi pengusaha, karena alokasi anggaran sudah diberikan, perizinan dipermudah, dan tempat juga dipermudah,” ujar Pradana menutup ETS edisi kedua yang digelar oleh bidang K-UMKM dan Ekraf PB HMI.

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button

Wett

Matiin Adblock Bro!