Kesehatan

Pakar Sebut Penyebaran Virus Semakin Sulit Terdeteksi

Sabba.id – Kasus Covid-19 di Indonesia yang telah menembus angka 500.000 disebut peneliti permodelan matematika menunjukkan penyebaran virus corona “semakin tidak terdeteksi”.

Kepala Pusat Pemodelan Matematika dan Simulasi (ITB), Nuning Nuraini, mengatakan jika menggunakan hitungan model matematikanya, angka positif virus corona di Indonesia sesungguhnya “sudah mencapai “jutaan”.

Nuning menyebut, klaim pemerintah – seperti yang dikatakan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Nasional, Doni Monardo bahwa pengendalian Covid-19 sudah cukup baik sekali “adalah pernyataan tidak benar”.

Nuning Nuraini, menyebut angka reproduksi virus corona di seluruh provinsi di Indonesia saat ini berada di atas angka satu.

Meningkatnya angka itu merupakan efek libur panjang pada 28 Oktober hingga 1 November lalu, di mana masyarakat dinilai tidak disiplin mematuhi protokol kesehatan.

Angka reproduksi adalah suatu cara dalam memberi peringkat pada kemampuan penyebaran sebuah penyakit. Jika angka reproduksi lebih tinggi dari satu, maka jumlah kasus meningkat secara signifikan.

“Jadi update pada 21-22 November, hampir seluruh Indonesia angkanya di atas satu. DKI Jakarta per 22 November angka reproduksi hariannya mencapai dua. Ini cukup tinggi, karena biasanya hanya sekitar satu,” ujar Nuning Nuraini kepada Quin Pasaribu yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Senin (23/11).

Merujuk pada angka reproduksi yang tinggi itu pula, Nuning menegaskan penularan virus corona sudah “semakin menyebar” dan “tidak terdeteksi”. (Dika/Red)

Sumber : BBC Indonesia

Show More

Redaksi

Teruntuk pembaca setia Sabba “Semua harus ditulis, apa pun. Jangan takut tidak dibaca atau tidak diterima penerbit. Yang penting, tulis, tulis, dan tulis. Suatu saat pasti berguna” (Pramoedya Ananta Toer)

Komentari Berita

Back to top button

Wett

Matiin Adblock Bro!