SABBA.ID | Minggu, 26 September 2021. Kekerasan seksual sepanjang pandemi COVID-19 menjadi dominan di kalangan masyarakat saat ini, Berdasarkan Catahu (Catatan Tahunan) Komnas Perempuan yang diluncurkan sejak Maret tahun 2021, kasus kekerasan dalam ranah domestik menjadi urutan pertama dalam angka kenaikan kasus, kemudian disusul kekerasan dalam ruang publik.
Dalam Rangka Milad KOHATI ke 55 tahun, KOHATI Fasei menggelar Talkshow Edukasi “Merdeka dari Kekerasan Seksual: Ciptakan Ruang Aman untuk Kemanusiaan” bersama Suharjan M.Psi Psikolog Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Banten dan Amalia Chairunnisa Sekretaris Umum KOHATI Cabang Serang.
Mengedukasi kalangan aktivis untuk berperan dan memaksimalkan mencegah kekerasan seksual di ranah domestik dan publik baik di kampus maupun lingkup organisasi.
Menurut Dini Puspitasari (Ketua Umum Kohati Fasei) kegiatan ini bertujuan agar memahami lebih jauh terkait tindakan kekerasan yang marak terjadi dikalangan masyarakat Kota Serang yang mana Kohati sebagai organisasi perempuan perlu merespon isu-isu seperti ini.
“Tujuannya untuk mengetahui lebih jauh, baik sebagai kohati maupun anggota masyarakat dengan bersama-sama mengoptimalkan peran kita sebagai agen perubahan agar terhindar dan bebas dari kekerasan seksual”. Ujarnya.
Hal itu juga disampaikan oleh Sekretaris Umum Kohati Cabang Serang, Amalia Chairunnisa dalam pembukaannya.
“Pentingnya pemahaman kekerasan seksual menjadi hal urgent yang harus diperjuangkan oleh Kohati khususnya di kota serang. Kita banyak sekali menemui kekerasan maupun pelecehan sehingga perlu menjadi solusi membantu penyelesaian di masyarakat untuk membimbing bahkan sampai ke tahap advokasi yang lebih jauh”. Terang Amalia.
Adapun Suharjan M.Psi P2TP2A Provinsi Banten menyampaikan “Masyarakat perlu tahu bahwa tindakan, sikap apapun bentuknya akan berdampak pada traumatik yang bekepanjangan terhadap korban kekerasan hingga menyebabkan kesehatan fisik, reproduksi maupun perilaku yang menyimpang” Suharjan menjelaskan.
Terakhir kegiatan ini diharapkan memberikan pemahaman secara menyeluruh dan bersama-sama berkolaborasi untuk menciptakan ruang aman baik di kampus, organisasi maupun di masyarakat sehingga menghasilkan impact yang baik untuk perlindungan dan penanganan korban kekerasan seksual. Kegiatan diakhiri dengan pengumuman pemenang lomba video kreatif oleh Kohati Fasei.