JabodetabekKomunitasTerkini

PW SEMMI Jakray Tolak Hasil Musda XIV DPD KNPI DKI Jakarta

SABBA.ID | Jakarta – Pelaksanaan Musyawarah Daerah Provinsi (MUSDAPROV) Ke XIV DPD KNPI DKI Jakarta diduga dilaksanakan jauh dari cita – cita yang telah diharapkan Organisasi.

Salah satu organisasi yang menjadi peserta Musda DPD KNPI Ke XIV tersebut menilai semangat penyatuan yang menjadi nilai terbesar
dalam pelaksanaan MUSDA (Musyawarah Daerah) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jakarta tersebut justru jauh dari realisasi.

Dalam keterangan Persnya Pengurus Wilayah (PW) Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI) Jakarta Raya juga menganggap MUSDA XIV DPD KNPI Jakarta cacat secara konstitusi.

Pasalnya gelaran musyawarah tersebut digelar tanpa melalui proses RAPIMDA (Rapat Pimpinan Daerah) sebagaimana yang telah diatur dalam Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) DPD KNPI Jakarta.

SEMMI Jakray juga menerangkan Pelanggaran mekanisme ini menjadi sebuah catatan besar, untuk sebuah organisasi kepemudaan
wilayah Provinsi DKI Jakarta dengan letaknya yang ada di ibu kota sebagai barometer bagi
seluruh Provinsi yang ada di Indonesia.

Narasi penyatuan kembali KNPI DPD DKI Jakarta yang digaungkan oleh Wakil Gubernur DKI
Jakarta, Ahmad Riza Patria yang juga pernah menjabat sebagai ketua DPD KNPI DKI Jakarta periode 2002 – 2005. Hal tersebut menjadi sebuah fatamorgana dari narasi yang di gaungkan, karena ada lebih dari 30 OKP yang seharusnya memiliki hak menjadi kehilangan haknya sebagai organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) yang berada di Jakarta.

Dengan demikian pihak SEMMI Jakray memberikan pernyataan sikapnya untuk menolak hasil MUSDA XIV DPD KNPI DKI Jakarta karena dianggap ada kecacatan dari alur pelaksanaan MUSDA yang tidak melalu proses RAPIMDA terlebih dahulu sebelumnya.

Selain itu SEMMI Jakray juga mendorong DPP KNPI untuk bersikap tegas dan menindak atas pelaksanaan MUSDA XIV DPD KNPI DKI Jakarta untuk menggelar RAPIMDA dan MUSDA DPD KNPI DKI Jakarta yang sesuai dengan amanat konstitusi yang tertuang dalam AD/ART. (Rls/Red)

Show More

Redaksi

Teruntuk pembaca setia Sabba “Semua harus ditulis, apa pun. Jangan takut tidak dibaca atau tidak diterima penerbit. Yang penting, tulis, tulis, dan tulis. Suatu saat pasti berguna” (Pramoedya Ananta Toer)

Komentari Berita

Related Articles

Back to top button

Wett

Matiin Adblock Bro!