Industri KreatifSerangTerkiniUMKM

Ratuban, Kue Tradisional Khas Desa Kalapian Kabupaten Serang

Serang – Desa Kalapian merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Pontang yang mancakup 4 Kampung, 8 RT dan 4 RW. Desa Kalapian sendiri termasuk desa siaga yang ada dikabupaten serang. Mata pencaharian masyarakat sendiri sebagai petani dan pedagang. Awal mulanya, yang bertani dan berdagang hanya laki – laki saja.

Namun dengan adanya harga perekonomian yang semakin meningkat, tentunya membuat kalangan ibu rumah tangga tercengang. Yang awalnya hanya mengandalkan penghasilan dari suaminya saja berubah menjadi ikut serta membantu dalam perekonomian keluarga dengan cara membuka usaha mikro kecil menengah. Mereka berfikir disamping bisa mendapatkan penghasilan tambahan juga masih tetap bisa mendampingi anak dan suaminya menjalankan aktivitas.

UMKM di Desa Kalapian sendiri kebanyakan dilakukan oleh ibu rumah tangga yang membuat kue tradisional kemudian dipasarkan oleh tetaangga sekitar. Biasanya mereka bekerja sama dalam rangka saling membantu meningkatkan pendapatan masyaraakat sekitar. Kue tradisional khas di Desa Kalapian sendiri ialah Ratuban, atau masyarakat sekitar dapat menyebutnya dengan sebutan botok.

Ratuban sendiri adalah kue tradisional khas desa kalapian, tepatnya berada di kampung kemuncangan. Ratuban sendiri mempunyai cita rasa manis, gurih dan mempunyai bau khas daun pandan. Ratuban sendiri terbuat dari tepung beras, tepung tapioka, gula, santan, daun pandan dan air, kemudian dibungkus menggunakan daun pisang.

Di desa kalapian sendiri yang bisa membuat ratuban adalah ibu Ifah. Seorang ibu rumah tangga yang mempunyai 4 orang anak yang masih mengenyam jenjang pendidikan. Ibu ifah membuat ratuban bermula saat pertama dan kedua masuk perguruan tinggi. Suami ibu ifah bernama bapak mamak yang pekerjaan sehari – hari nya sebagai tukang pijat terapi. Ibu ifah membuat kue ratuban sudah berlangsung selama 6 tahun. Konon, dulunya orang tua ibu ifah juga pembuat ratuban.

Biasanya ratuban yang dibuat ibu ipah di jual ke pasar dan jualan keliling. yang menjual ratuban ternyata bukan hanya tetangga sekitar, Melainkan ada beberapa orang luar desa kalapian. Harga ratuban sendiri dijual dengan harga RP. 3000 per biji. ibu ifah bisa membuat ratuban mulai dari 50 – 150 biji per harinya dengan omset penjualan mulai 300.000 – 1.500.000.

Masyarakat sekitar juga mendapat efek dari perkebangan UMKM ibu ifah, karena sedikitnya bisa menambah penghasilan tambahan untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga.

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button

Wett

Matiin Adblock Bro!