
Serang, 18 April 2026 – Upaya meningkatkan kapasitas keselamatan generasi muda dalam aktivitas alam bebas terus diperkuat. Asosiasi Olahraga Pendakian Gunung Indonesia (AOPGI) Regional Banten menggelar Coaching Clinic Keselamatan Pendakian dan Manajemen Risiko di SMKN 1 Kota Serang, sebagai bagian dari program Green Safety Initiative.
Kegiatan ini diikuti perwakilan dari 29 SMA dan SMK di Kabupaten dan Kota Serang. Tingginya partisipasi menunjukkan meningkatnya kesadaran pelajar terhadap pentingnya keselamatan pendakian serta kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.
Acara dibuka oleh Koordinator Umum Daden Hilmansah bersama Ketua AOPGI Kabupaten Serang, Mukti Ali. Dalam sambutannya, Mukti menegaskan pentingnya pemahaman manajemen risiko bagi setiap pendaki.
“Manajemen risiko adalah dasar yang wajib dimiliki. Masih banyak kecelakaan terjadi karena kelalaian dan kurangnya pengetahuan teknis,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini menjadi bekal awal bagi pelajar agar lebih siap, aman, dan bertanggung jawab saat melakukan aktivitas pendakian.
Sementara itu, Ketua Umum AOPGI Banten, Deni Ahmad Fanani, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari agenda berkelanjutan yang direkomendasikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten.
“Program ini dirancang menjangkau seluruh SMA dan SMK di Banten sebagai edukasi preventif. Kegiatan di SMKN 1 Kota Serang merupakan gelombang ketiga sejak Januari 2026,” jelasnya melalui sambungan telepon.
Dalam coaching clinic tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi penting. Bang Rio menyampaikan etika pendakian dan pengenalan manajemen risiko. Pijar memberikan pembekalan Medical First Responder (MFR) dan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD). Sementara Fauzan Azqia F.H. dari Basarnas Banten yang juga Ketua Harian AOPGI Banten memaparkan teknik pertolongan di ketinggian, didampingi Sub Koordinator AOPGI Kabupaten Serang, Cucuf Supriatna.
Melalui kegiatan ini, AOPGI Banten mendorong terbentuknya budaya keselamatan pendakian sejak usia pelajar. Edukasi yang diberikan diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga keselamatan diri dan kelestarian lingkungan dalam setiap aktivitas di alam bebas.
