Membangun Ketahanan Nasional dalam Aspek Pancasila Lewat Dunia Maya: Perspektif Budaya di Provinsi Banten

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat berinteraksi, menyerap informasi, dan membentuk identitas budaya. Di Indonesia, ruang digital bukan hanya wadah komunikasi, tetapi juga arena perebutan narasi, penyebaran nilai, serta pembentukan opini publik. Dalam konteks ini, penguatan ketahanan nasional berbasis Pancasila di dunia maya menjadi kebutuhan strategis, terutama di wilayah dengan dinamika sosial dan budaya yang kuat seperti Provinsi Banten. Banten memiliki karakter sosial yang khas: keberagaman budaya lokal, peran tradisi keagamaan yang menonjol, sejarah perlawanan terhadap kolonialisme, serta perkembangan urbanisasi yang cepat. Keragaman tersebut menghadirkan peluang sekaligus tantangan dalam membangun ketahanan nasional di ruang digital.
1. Pancasila sebagai Filter Budaya di Ruang Digital
Ketahanan nasional menuntut masyarakat mampu mempertahankan nilai-nilai kebangsaan dari penetrasi konten digital yang berpotensi melemahkan identitas. Di Banten, budaya lokal seperti tradisi debust, pencak silat, kesenian rudat, dan kearifan masyarakat Baduy berfungsi sebagai penanda identitas daerah. Pancasila menjadi filter nilai untuk menjaga agar budaya lokal tetap dipahami, dihargai, dan tidak mengalami distorsi di ruang digital. Misalnya:
1. Penyebaran video ritual Debus sering ditemani narasi keliru yang menghubungkan tradisi tersebut dengan kekerasan ekstrem. Pendekatan nilai kemanusiaan dan keadilan sosial dapat mengarahkan publik untuk memahami Debus sebagai warisan budaya, bukan alat kekerasan.
2. Konten tentang masyarakat Baduy kerap dikomersialisasikan tanpa memperhatikan etika budaya. Nilai kemanusiaan dalam Pancasila memberikan rambu agar budaya tidak dieksploitasi.
3. Dengan menjadikan Pancasila sebagai landasan etika digital, masyarakat Banten dapat memproduksi dan mengedarkan informasi budaya secara bertanggung jawab.
2. Ketahanan Ideologi: Memperkuat Literasi Pancasila di Ruang Maya
Ruang digital di Banten pernah menghadapi tantangan serius berupa maraknya penyebaran paham intoleransi dan ujaran kebencian yang menarget komunitas tertentu. Hal ini terlihat dari:
– Meningkatnya penyebaran konten intoleran pada masa-masa menjelang pemilu.
– Penelusuran lembaga riset media menunjukkan aktivitas penyebaran propaganda keagamaan eksklusif di beberapa wilayah Banten.
Penerapan nilai Pancasila dalam bentuk literasi digital berbasis data faktual menjadi kunci untuk memutus propaganda tersebut. Inisiatif yang mulai terlihat di Banten antara lain:
– Program literasi digital bagi siswa SMA dan mahasiswa perguruan tinggi negeri maupun swasta.
– Kegiatan Badan Kesbangpol yang mengedepankan pembinaan wawasan kebangsaan berbasis digital.
– Kolaborasi komunitas kreatif lokal dalam memproduksi konten edukatif tentang multikulturalisme Banten.
Upaya ini memperkuat ketahanan ideologi karena masyarakat memiliki kemampuan menilai informasi dan tidak mudah terpengaruh oleh konten yang mengancam persatuan nasional.
3. Ketahanan Sosial Budaya: Ruang Maya sebagai Media Perawatan Tradisi
Transformasi digital membuka peluang bagi penguatan ketahanan budaya melalui dokumentasi, publikasi, dan edukasi mengenai tradisi Banten. Aktivitas berikut memberikan kontribusi pada ketahanan nasional:
> Digitalisasi bahasa daerah seperti suku Baduy yang dilakukan beberapa peneliti kebudayaan.
> Promosi wisata budaya seperti Situs Kesultanan Banten, Masjid Agung Banten, dan tradisi Seba Baduy melalui platform resmi pemerintah daerah.
> Penguatan komunitas kreatif lokal seperti sineas muda
>Banten yang memproduksi film dokumenter budaya. Ketika budaya lokal mendapat ruang representasi yang positif dan informatif di dunia maya, identitas kolektif semakin kuat. Identitas ini berfungsi sebagai benteng terhadap penetrasi budaya asing yang tidak sesuai nilai kebangsaan.
4. Ketahanan Politik melalui Ruang Publik Digital yang Sehat
Stabilitas politik adalah bagian dari ketahanan nasional. Di Banten, ruang digital sering menjadi medan polarisasi politik pada momen-momen pemilihan kepala daerah atau pemilu nasional. Penyebaran hoaks politik terbukti meningkat secara signifikan pada periode 2019–2024 berdasarkan laporan lembaga pemeriksa fakta nasional.
Penguatan ketahanan politik melalui Pancasila dapat diwujudkan melalui:
A. Transparansi informasi pemerintahan daerah lewat kanal digital resmi.
B. Penguatan partisipasi warga melalui platform aduan publik berbasis teknologi.
C. Peran media lokal yang konsisten menyajikan informasi faktual dan tidak partisan.
Dengan demikian, ruang digital tidak menjadi pemicu konflik, tetapi justru memperkuat akuntabilitas dan partisipasi warga dalam proses politik.
5. Studi Kasus Konkret: Ketahanan Budaya Digital Banten dalam Tradisi Seba Baduy
Tradisi Seba Baduy menjadi contoh konkret bagaimana Pancasila bekerja dalam memperkuat ketahanan nasional melalui budaya di era digital. Temuan Kasus:
– Dokumentasi Seba Baduy di dunia maya meningkatkan pemahaman masyarakat luas tentang filosofi hidup sederhana dan harmonis.
– Pemerintah daerah membangun narasi digital yang mempromosikan nilai kemanusiaan dan persatuan, sehingga tradisi ini tidak dipelintir menjadi isu politik atau komersialisasi berlebihan.
– Masyarakat Baduy tetap memegang prinsip adat yang ketat terkait penggunaan teknologi. Posisi ini dihormati sebagai ekspresi hak budaya sesuai prinsip kemanusiaan Pancasila.
Dampaknya terhadap ketahanan nasional:
1. Memperkuat identitas budaya sebagai modal sosial.
2. Menciptakan kesadaran publik akan keberagaman dalam bingkai persatuan.
3. Menjadi contoh kolaborasi harmonis antara tradisi lokal dan modernitas.
Penutup
Dari 5 point diatas adalah bentuk effort dalam persepktif di banten. hal tersebut tentunya belum semua dan secara massif dilakukan oleh para stake holder dalam mengimplementasikan nilai nilai oleh karna itu pentingnya kolaborasi dan konsistensi dalam mewujudkan harapan dan cita para pendiri bangsa. Membangun ketahanan nasional berbasis Pancasila melalui ruang digital di Provinsi Banten memerlukan kombinasi antara literasi digital, pelestarian budaya, dan penguatan identitas lokal. Nilai-nilai dalam Pancasila memberikan arah jelas agar ruang maya tidak menjadi sumber disintegrasi, tetapi menjadi wadah penguatan kohesi nasional. Ketika budaya lokal Banten dapat dipresentasikan secara akurat dan bermartabat di dunia digital, ketahanan nasional semakin kokoh karena masyarakat memiliki jangkar identitas, kesadaran kebangsaan, dan kemampuan menghadapi tantangan ideologis global.

