PandeglangPendidikan

Berbeda Angkatan, Satu Almamater: Haul ke-2 Mbah Yai Asmuni M. Noor Satukan Keluarga Besar Al-Ihsan

Keluarga besar Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Ihsan Kadomas kembali mengenang sosok pendiri sekaligus muassis pesantren, Mbah Yai Asmuni M. Noor, melalui peringatan Haul ke-2 yang berlangsung pada kamis, 17 September 2026, di Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Ihsan Kadomas, Pandeglang.

Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Ihsan Kadomas menyelenggarakan peringatan Haul ke-2 Mbah Yai Asmuni M.noor Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenang jasa, perjuangan, serta kontribusi beliau dalam membangun pendidikan dan dakwah di lingkungan pesantren.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh keluarga besar Pondok Pesantren Al-Ihsan, para dzurriyah atau keluarga keturunan Mbah Yai Asmuni M. Noor, pengasuh pesantren, santri, serta para alumni dari berbagai angkatan yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Besar Alumni Al-Ihsan Pandeglang (IKBAAL).

Peringatan Haul ke-2 tersebut dilaksanakan pada kamis,17 September 2026.

Kegiatan dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Ihsan Kadomas, Pandeglang.

Peringatan haul dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan dan doa untuk Mbah Yai Asmuni M. Noor Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk mengenang perjuangan beliau dalam bidang pendidikan dan dakwah sekaligus mempererat tali silaturahmi antara keluarga pesantren dan alumni lintas angkatan.

Advertisement Space

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh khidmat dan kebersamaan. Para alumni dari berbagai angkatan turut hadir dan berkumpul dalam satu ikatan almamater. Perbedaan angkatan tidak menjadi penghalang untuk menjaga hubungan kekeluargaan. Semangat tersebut tercermin dalam prinsip, “Berbeda angkatan, satu almamater. Berbeda perjalanan, tetap dalam satu ikatan.”

Melanjutkan Perjuangan Sang Muassis
Setelah wafatnya Mbah Yai Asmuni M. Noor, keberlangsungan Pondok Pesantren Al-Ihsan diteruskan oleh keluarga dan para penerus yang memiliki komitmen untuk menjaga perjuangan beliau.

K.H. Ahmad Syaikhu, M.A., selaku Ketua Yayasan sekaligus Pengasuh Utama, turut mengambil peran dalam menjaga kesinambungan pendidikan dan pengelolaan pesantren. Pendidikan di lingkungan MTs dan MA terus dijalankan dengan mempertahankan berbagai identitas kepesantrenan, seperti pembelajaran Al-Qur’an, kajian kitab kuning, pembinaan santri, serta hubungan kelembagaan.

Perjuangan tersebut juga mendapat dukungan dari para dzurriyah Mbah Yai Asmuni M. Noor yang turut menjalankan berbagai peran dalam bidang pendidikan, pembinaan santri, administrasi kelembagaan, hingga pengembangan majelis taklim di tengah masyarakat.

Dengan demikian, Haul ke-2 bukan hanya menjadi momentum untuk mengenang sosok Mbah Yai Asmuni M. Noor, tetapi juga menjadi pengingat bagi keluarga besar Al-Ihsan untuk terus menjaga silaturahmi dan melanjutkan nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan oleh sang muassis.

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Wett

Matiin Adblock Bro!