LebakTerkini

Dari Kampung Menuju Podium Tingkat ProvinsiKisah Abdan Raja Syadid, Putra Desa Katapang Yang Membawa Nama Kabupaten Lebak ke Panggung FTBI Provinsi Banten


LEBAK, BANTEN — Prestasi besar tidak selalu lahir dari tempat yang penuh fasilitas. Terkadang, sebuah mimpi besar justru tumbuh dari sebuah kampung sederhana, dari ruang kelas yang apa adanya, dan dari keberanian seorang anak untuk mencoba.


Kisah itu kini datang dari Desa Katapang, Kabupaten Lebak. Dari desa yang berada di ujung Kabupaten Lebak, seorang peserta didik bernama Abdan Raja Syadid, siswa SDN 2 Katapang, berhasil menorehkan prestasi dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) cabang pidato Bahasa Sunda.


Perjalanan Abdan menuju panggung provinsi tidaklah singkat. Ia terlebih dahulu harus melewati FTBI tingkat Kabupaten Lebak, berhadapan dengan peserta-peserta terbaik dari berbagai sekolah di Kabupaten Lebak.


Dengan latihan yang tekun dan pendampingan yang konsisten, Abdan akhirnya mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya. Ia berhasil meraih Juara I Pidato Bahasa Sunda tingkat Kabupaten Lebak.


Prestasi tersebut sekaligus menjadi tiket bagi Abdan untuk mewakili Kabupaten Lebak dalam FTBI tingkat Provinsi Banten.


Di balik keberhasilan tersebut, terdapat sosok yang turut berperan dalam proses panjang persiapannya, yaitu Iman Hermawan Sastra Khusuma, yang mendampingi Abdan sebagai pelatih.

Advertisement Space


Bagi Iman, melatih seorang anak dalam lomba pidato bukan sekedar membuat peserta mampu menghafalkan sebuah teks. Ada proses yang jauh lebih panjang: membangun keberanian, memperbaiki artikulasi, melatih intonasi, mengembangkan ekspresi, mengatur gestur, serta memastikan setiap pesan dalam pidato dapat disampaikan dengan penghayatan.


Latihan demi latihan menjadi bagian dari perjalanan Abdan. Kesalahan tidak menjadi alasan untuk berhenti, tetapi menjadi bahan untuk memperbaiki penampilan berikutnya.


Dari proses itulah perlahan muncul perubahan. Anak yang awalnya berlatih di lingkungan sekolah dan kampungnya kini harus mempersiapkan diri menghadapi panggung yang jauh lebih besar.
FTBI tingkat Provinsi Banten menjadi tantangan berikutnya.


Di tingkat provinsi, Abdan akan bertemu dengan peserta-peserta terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Banten. Mereka datang dengan kemampuan dan keunggulan masing-masing.


Namun, Abdan datang dengan sebuah cerita yang berbeda.Ia datang dari Desa Katapang, di ujung Kabupaten Lebak. Ia membawa nama SDN 2 Katapang,Ia membawa nama Kabupaten Lebak.


Dan ia membawa harapan masyarakat di daerahnya bahwa anak-anak dari pelosok pun mampu berdiri sejajar di panggung provinsi.


Perjalanan Abdan juga menjadi bukti bahwa potensi anak tidak ditentukan oleh seberapa jauh tempat tinggalnya dari pusat kota. Potensi dapat tumbuh di mana saja ketika seorang anak mendapatkan kesempatan, pendampingan, dan kepercayaan.
Kini, perjuangan belum usai.


Juara I tingkat Kabupaten Lebak bukanlah akhir, melainkan awal dari tantangan yang lebih besar.
Abdan bersama pelatihnya, Iman Hermawan Sastra Khusuma, kembali mempersiapkan diri. Setiap aspek penampilan terus diasah agar ketika tiba waktunya berdiri di panggung FTBI Provinsi Banten, Abdan tidak hanya tampil sebagai seorang juara kabupaten, tetapi sebagai seorang anak daerah yang siap menunjukkan kemampuan terbaiknya.


Sebab, terkadang sebuah podium tidak hanya menjadi tempat menerima piala.Ia menjadi tempat sebuah daerah menunjukkan bahwa mereka juga memiliki anak-anak hebat.


Dari Katapang, langkah itu dimulai.
Dari SDN 2 Katapang, mimpi itu tumbuh.
Dari Kabupaten Lebak, Abdan mendapatkan tiket menuju provinsi.


Kini, Abdan Raja Syadid bersiap membawa suara dan kecintaannya terhadap Bahasa Sunda ke panggung FTBI tingkat Provinsi Banten.


Dari kampung menuju podium tingkat provinsi.
Dari Katapang untuk Lebak.
Dari Lebak untuk Banten.

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Wett

Matiin Adblock Bro!