FoSSEi Gelar Development Training FDT di kampus UNMA Banten

Pandeglang – Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) Regional Banten sukses menyelenggarakan FoSSEI Development Training (FDT) 2026.
Kegiatan spektakuler ini bertempat di KNPI Pandeglang dengan mengusung tema “Penguatan Keilmuan Ekonomi Islam sebagai Fondasi Konsolidasi KSEI dalam Membangun Gerakan yang Berkelanjutan”, selama dua hari acara pada tanggal 25-26 April 2026 yang bertujuan untuk meningkatkan silaturahmi dan juga mengembangkan potensi terkait pemahaman Ekonomi Islam yang berkelanjutan.
FDT 2026 merupakan kegiatan kaderisasi tingkat regional yang menghubungkan perspektif islam dengan isu ekonomi dan keuangan syariah sesuai perkembangan terkini.
Kegiatan ini dihadiri oleh kader FoSSEI di wilayah Banten diantaranya: KSEI KES UIN SMH Banten, KSEI IES Untirta, KSEI FES UNMA, KSEI HIMABIS STIA Banten dan KSEI KESYALA La Tansa Mashiro.
KSEI FES UNMA dengan bangga bertindak sebagai tuan rumah penyelenggaraan FDT 2026.
Dengan dukungan dari pihak kampus dan semangat kolaborasi seluruh anggota, KSEI FES berhasil menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan inspiratif bagi peserta. FDT 2026 juga menghadirkan serangkaian sesi pembinaan dan diskusi secara komprehensif, disampaikan oleh para ahli dan praktisi terkemuka di bidang Ekonomi Islam.
Materi yang dibahas mencakup aspek krusial, mulai dari Praktik Ekonomi dan Keuangan Syariah Kontemporer di Indonesia, Manajemen Isu Organisasi, Pembentukan Sumber Daya Insani FoSSEI, hingga Ekonomi Politik.
Peserta aktif terlibat dalam setiap sesi, menunjukkan antusiasme tinggi untuk memperdalam pengetahuan mereka.
Koordinator Regional FoSSEI Banten, Ghaida Humairoh, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada KSEI FES UNMA atas dedikasi dan kerja keras dalam menuntaskan acara ini.
Beliau menekankan pentingnya FDT sebagai wadah memperkuat jaringan antar-KSEI di Banten serta menciptakan kolaboratif yang pesat antar KSEI untuk bisa bersama menegakkan potensial Ekonomi Islam di wilayah Banten.
“Kami berharap melalui FDT ini, peserta dapat menjadi agen perubahan yang berkontribusi aktif dalam memajukan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia, khususnya di Banten,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KSEI FES UNMA, Dewi Hanifah, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaan atas kepercayaan FoSSEI Regional Banten kepada UNMA sebagai tuan rumah FDT 2026 Beliau berharap kegiatan ini memberi manfaat signifikan bagi peserta dan memotivasi mahasiswa UNMA untuk mendalami Ekonomi Islam.
“Kami berkomitmen terus mendukung program FoSSEI dan berkontribusi dalam pengembangan Ekonomi Islam di Banten,” katanya.
Kehadiran Presidium Nasional FoSSEI Bidang Kaderisasi, Aditya Bayu Nugroho, semakin memeriahkan FDT 2026 di KNPI Pandeglang. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan sambutan inspiratif, menekankan pentingnya kaderisasi berkelanjutan untuk memajukan gerakan ekonomi syariah di tingkat regional dan nasional, serta mengapresiasi inisiatif FoSSEI Regional Banten dan KSEI FES UNMA dalam menyelenggarakan acara pengembangan kapasitas strategis ini.
Acara FDT 2026 ditutup dengan Forum Group Discussion (FGD), makan bersama, serta penyerahan cenderamata bagi peserta terbaik dan hadiah untuk pemenang ice breaking. Peserta menyampaikan kesan positif terhadap kualitas materi, profesionalisme panitia, dan suasana kekeluargaan yang terbangun.
Semangat kebersamaan dan keinginan untuk terus berkontribusi dalam memajukan Ekonomi Islam tampak jelas di antara mereka.Kesuksesan FoSSEI Development Training 2026 menjadi tonggak penting bagi FoSSEI Regional Banten dalam mencetak generasi penerus yang kompeten dan berintegritas di bidang Ekonomi Islam.
Diharapkan, sinergi antara FoSSEI, KSEI, dan berbagai pihak terkait akan terus terjalin demi kemajuan ekonomi syariah di Indonesia.





