MTs Mathla’ul Anwar Pasirdurung Borong 19 Piala pada LT 2 Kwarran Sindang Resmi Tahun 2026

Sabba.id. – Pasirdurung, 14 Agustus 2026. Kebahagiaan dan rasa bangga menyelimuti keluarga besar MTs Mathla’ul Anwar Pasirdurung setelah para peserta didik yang tergabung dalam kegiatan Pramuka berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam LT 2 Tingkat Kwarran Sindang Resmi Tahun 2026.
Dalam ajang tersebut, kontingen MTs Mathla’ul Anwar Pasirdurung yang tergabung dalam Regu Elang Nomor Camp 64 dan Regu Tulip Nomor Camp 65 sukses membawa pulang 19 piala, terdiri atas 5 Juara 1, 9 Juara 2, dan 5 Juara 3.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi para siswa, pelatih, pembina, guru, serta seluruh keluarga besar madrasah. Keberhasilan itu sekaligus menjadi bukti bahwa kerja keras, kedisiplinan, kekompakan, doa, dan dukungan dari seluruh elemen sekolah mampu melahirkan prestasi yang luar biasa.
19 Prestasi yang Berhasil Diraih
Juara 1- 5 Piala:
Juara 1 Putra – Halang Rintang
Juara 1 Putri – Senam Pramuka
Juara 1 Putri – Semboyan Isyarat
Juara 1 Putra – Semboyan Isyarat
Juara 1 Putri – Pidato Kebangsaan
Juara 2 – 9 Piala:
Juara 2 Putra – Pionering
Juara 2 Putri – Pionering
Juara 2 Putri – Peta Pita
Juara 2 Putri – Reportase
Juara 2 Putri – Reportase
Juara 2 Putri – Peta Pita
Juara 2 Putri – Halang Rintang
Juara 2 Putri – Halang Rintang
Juara 2 Putri – Senam Pramuka
Juara 2 Putra– Kuliner Nusantara
Juara 2 Putri – Kuliner Nusantara
Juara 3 – 5 Piala:
Juara 3 Putra – Peta Pita
Juara 3 Putri – Panorama
Juara 3 Putra– PPGD
Juara 3 Putra– Panorama
Juara 3 Putra– Halang Rintang
Keberhasilan tersebut tidak diraih dengan mudah. Di balik setiap piala yang dibawa pulang, terdapat proses latihan yang panjang, rasa lelah, kegagalan, pengorbanan, doa, serta dukungan dari berbagai pihak.
Azis Husen, Pembina sekaligus pelatih Pramuka MTs Mathla’ul Anwar Pasirdurung, mengungkapkan bahwa prestasi yang diraih merupakan buah dari kebersamaan dan kekompakan seluruh keluarga besar madrasah.
“Di balik keberhasilan seorang anak meraih juara, terdapat kerja keras yang tidak terlihat, mulai dari latihan yang dilakukan berulang kali, rasa lelah, kegagalan, doa, serta dukungan dari berbagai pihak. Namun, prestasi yang kami dapatkan saat ini menjadi bukti bahwa ketika siswa, guru, pembina, dan seluruh keluarga besar sekolah mampu berjalan bersama, maka tidak ada yang mustahil. Hasil yang membanggakan dapat diwujudkan. Inilah arti kekompakan para guru yang menjadi salah satu kekuatan penting dalam membangun semangat anak didik,” ujarnya.
Hal senada disampaikan , salah satu siswa sekaligus anggota Dewan Penggalang (DP) Mts Mathla’ul Anwar Pasirdurung. Menurutnya, perhatian dan dukungan para guru menjadi sumber motivasi bagi siswa untuk terus memberikan yang terbaik.
“Ucapan terima kasih saya kepada guru-guru yang tetap peduli, baik secara moril maupun materil. Hal tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi saya dan para siswa untuk terus berjuang memberikan yang terbaik bagi sekolah. Kepedulian para guru selalu menjadi energi positif yang mampu menumbuhkan semangat para siswa untuk terus berprestasi,” ucapnya.
Prestasi tersebut juga menjadi gambaran bahwa keberhasilan tidak selalu ditentukan oleh kondisi awal seseorang. Keterbatasan fasilitas maupun keadaan bukan alasan untuk berhenti bermimpi dan berjuang.
Salah seorang guru IPA yang akrab disebut “Pak Mantan Asongan” turut memberikan pesan penuh motivasi kepada para siswa.
“Jangan pernah malu dengan masa lalu dan jangan menyerah karena keterbatasan. Seorang anak yang hari ini berjuang dari bawah, suatu saat bisa berdiri paling tinggi. Bukan karena hidupnya mudah, tetapi karena ia memilih untuk tidak menyerah,” tambahnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh siswa bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk meraih keberhasilan. Tidak perlu minder dengan kondisi keluarga, fasilitas, maupun keadaan yang dimiliki. Justru dari keterbatasan itulah semangat untuk belajar, berlatih, dan berjuang harus semakin kuat.
Sementara itu, Fikri Abdul Aziz selaku Kepala MTs Mathla’ul Anwar Pasirdurung, berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik untuk terus mengembangkan potensi dan melahirkan prestasi-prestasi berikutnya.
Menurutnya, piala dan penghargaan yang diraih bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal untuk membangun semangat yang lebih besar.
“Teruslah belajar, teruslah berlatih, hormati guru, sayangi orang tua, dan jangan takut bermimpi besar. Kalian mungkin memulai dari bawah, tetapi tidak ada yang bisa menentukan seberapa tinggi kalian akan melangkah selain kegigihan kalian sendiri.”
Capaian 19 piala dalam LT 2 Tingkat Kwarran Sindang Resmi Tahun 2026 menjadi bukti bahwa semangat, disiplin, kekompakan, dan kerja keras mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan.
Lebih dari sekadar jumlah piala, keberhasilan tersebut menjadi pelajaran berharga bagi para siswa bahwa juara bukan hanya tentang siapa yang berdiri di podium, tetapi tentang siapa yang berani berjuang, mampu bertahan ketika lelah, bangkit ketika gagal, dan terus melangkah ketika jalan terasa sulit.
Bagi para siswa MTs Mathla’ul Anwar Pasirdurung, 19 piala tersebut bukanlah garis akhir. Prestasi itu adalah awal dari perjalanan yang lebih panjang.
Teruslah bermimpi. Teruslah berlatih. Jangan takut memulai dari bawah. Karena bisa jadi, anak yang hari ini berjuang dalam keterbatasan adalah orang yang suatu hari nanti berdiri di tempat tertinggi membawa nama baik keluarga, madrasah, dan bangsa.
“Semangat, Disiplin, Kompak, Berprestasi!”
Satu Pramuka untuk Satu Prestasi – Berbakti Tanpa Henti, Berprestasi Sepanjang Waktu.

