
SERANG, BANTEN – Menghadiri dan Ikut serta dalam diskusi bertajuk “Membaca Indonesia Emas 2045: Sejauh mana kesiapan Pemuda Banten Menyongsong Masa Depan Banten?”, Sekretaris Wilayah LPPRMI-BKPRMI DPW Provinsi Banten menegaskan bahwa kunci kemajuan daerah terletak pada fondasi spiritual dan karakter pemudanya.
Dalam diskusi tersebut, LPPRMI-BKPRMI Banten menekankan bahwa kesiapan menyongsong masa depan tidak cukup hanya dengan keunggulan intelektual atau keterampilan teknis, melainkan harus dibarengi dengan kedekatan pemuda kepada rumah ibadah.
“Kita merujuk pada hadits Nabi SAW tentang golongan yang dirindukan surga, yaitu ‘rajulun mu’allaqun qolbuhu fil masajid’ (seseorang yang hatinya terpaut dengan masjid). Ini adalah visi besar kami,” ujar Sekretaris Wilayah LPPRMI-BKPRMI Banten.
Pihaknya meyakini bahwa jika sebuah wilayah ingin berjaya, maka tolok ukurnya harus dimulai dari kualitas ibadah para pemudanya. Masjid bukan sekadar tempat ibadah, melainkan pusat peradaban dan pusat pembentukan karakter (spiritualitas) bagi generasi muda.
“Masa depan Banten yang gemilang di tahun 2045 akan sangat bergantung pada sejauh mana pemudanya menjaga shalat dan kedekatannya dengan masjid. Pemuda yang hatinya terpaut di masjid adalah pemuda yang memiliki integritas, tanggung jawab, dan visi yang jernih untuk membangun negeri,” tambahnya.
Melalui partisipasinya dalam diskusi ini, LPPRMI-BKPRMI Banten berkomitmen untuk terus bergerak mengajak generasi muda menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas, kreativitas, dan pengembangan diri demi menyambut Indonesia Emas 2045 dengan generasi yang tangguh secara spiritual dan sosial.





