PendidikanTangerang Raya

KNPI Kota Tangerang Bangun Budaya Literasi Lewat Lesehan Sastra

SABBA.id, Kota Tangerang – Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Tangerang sukses menggelar Diskusi Publik Lesehan Sastra Pemuda bertajuk “Generasi Digital, Literasi Menurun atau Berubah” sebagai upaya memperkuat budaya literasi di kalangan generasi muda.

Kegiatan ini mempertemukan pemuda, mahasiswa, pegiat literasi, sastrawan, hingga masyarakat dalam ruang dialog yang dipadukan dengan panggung apresiasi sastra.

Ketua Pelaksana, Muhammad Robby, mengatakan Lesehan Sastra Pemuda lahir dari semangat menghadirkan ruang belajar bersama yang mampu mendorong lahirnya pemikiran kritis di kalangan anak muda.

“Lesehan Sastra Pemuda lahir dari semangat menghadirkan ruang belajar bersama bagi generasi muda. Literasi tidak hanya sebatas aktivitas membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, berdiskusi, serta menghasilkan karya yang memiliki nilai bagi masyarakat,” ujarnya usai acara di Sekretariat DPD KNPI Kota Tangerang, Jumat (17/07/2026).

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kota Tangerang, Dede Maulana Faisal, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus menghadirkan ruang-ruang intelektual yang mempertemukan gagasan, seni, dan semangat kepemudaan.

“KNPI Kota Tangerang berkomitmen terus membuka ruang-ruang intelektual yang mampu mempertemukan gagasan, seni, dan semangat kepemudaan. Kami berharap kegiatan ini menjadi awal lahirnya ekosistem literasi yang semakin kuat di Kota Tangerang,” kata Dede.

Advertisement Space

Diskusi publik menghadirkan tiga narasumber, yakni penulis sekaligus jurnalis Tempo Ayu Cipta, akademisi Ismalinar, dan pegiat literasi Syahrian. Ketiganya membahas perubahan wajah literasi di era digital, tantangan menurunnya minat baca, hingga peluang memanfaatkan teknologi sebagai sarana memperluas akses pengetahuan.

Diskusi yang dipandu Sekretaris DPD KNPI Kota Tangerang, Ega Lazuardi, berlangsung interaktif. Peserta aktif menyampaikan pertanyaan dan bertukar gagasan mengenai masa depan literasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Tak hanya diskusi, kegiatan juga dimeriahkan dengan Panggung Puisi yang menampilkan karya para penyair dan pegiat literasi Kota Tangerang. Pembacaan puisi menjadi ruang ekspresi yang menunjukkan bahwa sastra tetap relevan sebagai media menyampaikan nilai-nilai kemanusiaan, kepemudaan, dan kecintaan terhadap daerah.

Menariknya, panggung puisi tersebut merupakan bagian dari proses penyusunan Buku Antologi Puisi Orang Tangerang, Sebanyak 500 puisi karya penulis dan penyair asal Kota Tangerang telah dihimpun dan kini tengah melalui proses seleksi, penyuntingan, serta kurasi sebelum diterbitkan menjadi sebuah buku antologi.

Buku tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kumpulan karya sastra, tetapi juga menjadi arsip kebudayaan yang merekam gagasan, pengalaman, dan identitas masyarakat Kota Tangerang melalui bahasa puisi. Kehadirannya diharapkan mampu melahirkan penulis-penulis baru sekaligus memperkuat posisi Kota Tangerang sebagai salah satu daerah yang aktif mengembangkan ekosistem literasi dan kesusastraan.

Menutup rangkaian acara, Ega Lazuardi menilai perkembangan teknologi tidak membuat literasi mengalami kemunduran, melainkan sedang mengalami perubahan bentuk.

“Literasi tidak sedang mengalami kemunduran, melainkan mengalami transformasi. Karena itu, generasi muda perlu memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memperkaya wawasan tanpa meninggalkan tradisi membaca, menulis, berdiskusi, dan berkarya,” ujar Ega.

Melalui Lesehan Sastra Pemuda, DPD KNPI Kota Tangerang berharap ruang-ruang literasi terus tumbuh sebagai wadah kolaborasi lintas generasi. Perpaduan antara diskusi publik, panggung puisi, dan penyusunan Buku Antologi Puisi Orang Tangerang diharapkan menjadi langkah nyata dalam merawat tradisi intelektual sekaligus memperkuat identitas budaya Kota Tangerang.

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Wett

Matiin Adblock Bro!