
Upaya menjaga kelestarian lingkungan terus digelorakan. Ratusan anggota Pramuka dari Kwartir Daerah (Kwarda) Banten bersama Kwartir Cabang (Kwarcab) kabupaten/kota se-Banten menggelar aksi penanaman pohon dan susur Sungai Cibanten, Sabtu (18/4/2026).
Sebanyak 350 bibit pohon keras ditanam di bantaran aliran Kali Bedeng–Cibanten, Kelurahan Kasunyatan, Kota Serang. Kegiatan ini melibatkan berbagai organisasi kepemudaan serta komunitas peduli lingkungan.
Andalan Abdi Masyarakat dan Penanggulangan Bencana Kwarda Banten, Lutfi Mujahidin, mengatakan penanaman 350 bibit pohon berjenis mahoni, jambu, dan albasiah. Ia menegaskan pentingnya langkah ini untuk menjaga ekosistem sungai.
“Penanaman pohon ini penting untuk mencegah erosi dan menjaga kualitas lingkungan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keberadaan pohon di bantaran sungai berfungsi memperkuat struktur tanah, menjaga kualitas air, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sejuk. Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih peduli terhadap lingkungan.
Kwarda Banten menggelar kegiatan di dua titik, yakni penanaman pohon di bantaran Kali Bedeng, Lingkungan BBS Pengayoman, Kelurahan Sukadana. Sementara itu, kegiatan susur sungai dilakukan sepanjang lima kilometer, mulai dari bawah Jembatan Kidemang Unyur hingga Kampung Kenari, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.
Dalam susur sungai, Pramuka berkolaborasi dengan Komunitas Peduli Sungai Banten dan BPBD Provinsi Banten. Tiga perahu diterjunkan dengan pembagian tim darat dan tim sungai. Kegiatan difokuskan pada pembersihan sampah, pemetaan titik penumpukan, serta edukasi kepada warga bantaran agar tidak membuang sampah ke sungai.
Ketua Komunitas Peduli Sungai Banten, Lulu Jamaludin, menyampaikan pihaknya bersama Pramuka berhasil mengangkat sampah dari aliran sungai ke daratan. Ia menyoroti masih rendahnya kesadaran masyarakat.
“Masih banyak titik sampah, didominasi sampah rumah tangga,” katanya.
Ia menambahkan, ditemukan pula hambatan aliran sungai akibat pohon tumbang yang menahan sampah.
“Kami akan lakukan pembersihan lanjutan dengan peralatan lebih lengkap,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat dalam menjaga kebersihan sungai, sekaligus memperkuat kolaborasi antara Pramuka, komunitas, dan pemerintah dalam pelestarian lingkungan di Banten.





