Ruang TokohSerangTerkini

Pancasila dan Generasi Z: Tetap Relevan atau Hanya Sekadar Hafalan di Era Digital?

Mahasiswa Hukum Universitas Pamulang Serang
Di tengah derasnya arus digitalisasi, Generasi Z menjadi kelompok yang paling dekat dengan teknologi. Hampir seluruh aktivitas sehari-hari, mulai dari belajar, bekerja, berkomunikasi, hingga mencari hiburan, dilakukan melalui internet dan media sosial. Kemudahan ini tentu membawa banyak manfaat, tetapi di sisi lain juga menghadirkan tantangan yang tidak ringan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sebagai generasi yang lahir dan tumbuh bersama teknologi, Generasi Z memiliki akses informasi yang sangat luas. Namun, akses yang luas tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas pemahaman. Banyak informasi yang beredar tanpa melalui proses verifikasi, sehingga memicu penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga polarisasi sosial yang semakin tajam. Fenomena ini menjadi pertanyaan penting, apakah nilai-nilai Pancasila masih relevan bagi Generasi Z saat ini?

Pancasila justru semakin penting di era digital. Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai pedoman moral dalam menghadapi berbagai perubahan zaman. Ketika ruang digital dipenuhi informasi yang saling bertentangan, nilai-nilai Pancasila dapat menjadi kompas yang membantu generasi muda membedakan mana informasi yang bermanfaat dan mana yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.

Sayangnya, masih banyak generasi muda yang memandang Pancasila sebatas materi pelajaran atau hafalan di sekolah. Padahal, esensi Pancasila seharusnya tercermin dalam perilaku sehari-hari, termasuk saat berinteraksi di media sosial. Sikap menghargai perbedaan pendapat, tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, serta menjaga etika dalam berkomunikasi merupakan bentuk nyata penerapan nilai-nilai Pancasila di era modern.

Di sisi lain, saya melihat bahwa Generasi Z juga memiliki potensi besar untuk menjadi agen penguatan nilai-nilai kebangsaan. Banyak anak muda yang memanfaatkan media digital untuk menyebarkan edukasi, meningkatkan literasi masyarakat, mengkampanyekan toleransi, hingga mengajak masyarakat lebih kritis terhadap informasi yang beredar.

Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa teknologi tidak selalu menjadi ancaman, melainkan dapat menjadi sarana untuk mengaktualisasikan nilai gotong royong dan persatuan dalam bentuk yang lebih modern.

Advertisement Space

Tantangan terbesar saat ini bukanlah mempertahankan eksistensi Pancasila, melainkan bagaimana membuat nilai-nilai Pancasila tetap dekat dengan kehidupan generasi muda.

Pendidikan Pancasila tidak cukup hanya disampaikan melalui teori dan hafalan. Dibutuhkan pendekatan yang lebih kreatif, dialogis, dan sesuai dengan karakter Generasi Z agar mereka dapat memahami bahwa Pancasila bukan sekadar simbol negara, melainkan pedoman hidup yang relevan dengan perkembangan zaman.

Pada akhirnya, saya meyakini bahwa kemajuan teknologi tidak akan menggerus nilai-nilai kebangsaan apabila Generasi Z mampu menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam berpikir dan bertindak. Di tengah derasnya informasi global, Pancasila tetap menjadi identitas sekaligus benteng moral bangsa Indonesia.

Bagi Generasi Z, tantangannya bukan hanya menjadi generasi yang melek teknologi, tetapi juga generasi yang mampu menjaga persatuan, menjunjung kemanusiaan, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan nyata maupun di ruang digital.

Penulis: Firza Fahrezi – Mahasiswa Fakultas Hukum Unpam

Show More

Redaksi

Teruntuk pembaca setia Sabba “Semua harus ditulis, apa pun. Jangan takut tidak dibaca atau tidak diterima penerbit. Yang penting, tulis, tulis, dan tulis. Suatu saat pasti berguna” (Pramoedya Ananta Toer)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Wett

Matiin Adblock Bro!