Ruang TokohSerangTerkini

Pancasila Ironi Harapan Dan Realitas Lapangan

Generasi gen z Indonesia menghadapi tantangan serius di era digital: menyebarnya hoax dan cyberbullying, pemahaman Pancasila yang hanya sebatas hafalan, serta pengaruh budaya asing yang menggeser identitas lokal. Ketiga masalah ini berakar pada satu isu fundamental: melemahnya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari generasi muda.

Berkembangnya media sosial dan teknologi yang menyebabkan adanya berita-berita hoax dan cyber bullying.Kurang nya pemahaman nilai Pancasila generasi muda zaman sekarang kurang mendalami nilai Pancasila mereka hanya menghafalnya di kepala dan tidak menerapkan di kehidupan sehari-hari.

Banyaknya pengaruh budaya asing dimana anak muda zaman sekarang ini semakin banyak meminati budaya luar sehingga budaya kita sendiri semakin terpinggirkan.

Tentang Hoax dan Cyberbullying: Pancasila Sila Kedua bilang “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.” Artinya: hormati orang lain. Jangan membully orang cuman gara-gara beda berpendapat.

Tentang Pancasila yang hanya hafalan: Pancasila Sila Pertama: “Ketuhanan Yang Maha Esa.” Itu bukan hanya status agama di KTP, melainkan fondasi moral dan hati nurani. Kalau pancasila cuman jadi hafalan, anak muda akan kehilangan “kompas” untuk menunjukkan mana benar dan salah. Sehingga mudah terbawa arus.

Tentang budaya asing: Pancasila Sila Ketiga: “Persatuan Indonesia.” Itu berarti kita bangga dengan apa yang kita punya termasuk budaya kita.

Advertisement Space

Untuk menghadapi tantangan tersebut kita harus melakukan tindakan secara nyata dengan menggunakan media sosial secara bijak seperti menyebarkan hal-hal positif melalui media sosial dan juga kita melakukan literasi digital agar tidak mudah termakan oleh berita-berita hoax.

Generasi gen z harus memahami, dan menerapkan Pancasila di dalam kehidupan sehari-hari bukan hanya di hafal. Karena bahwasan Pancasila yaitu bener-benar satu dasar yang dinamis, satu dasar yang benar-benar dapat menghimpun segenap tenaga rakyat Indonesia, satu dasar yang bisa mempersatukan rakyat Indonesia.

Penulis: Aip Hartawan – Mahasiswa Fakultas Hukum Unpam

Show More

Redaksi

Teruntuk pembaca setia Sabba “Semua harus ditulis, apa pun. Jangan takut tidak dibaca atau tidak diterima penerbit. Yang penting, tulis, tulis, dan tulis. Suatu saat pasti berguna” (Pramoedya Ananta Toer)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Wett

Matiin Adblock Bro!