
SABBA.ID – Creative Democracy Center (CDC) resmi dikukuhkan sebagai wadah mahasiswa dan pemuda di Provinsi Banten. Pengukuhan tersebut dirangkaikan dengan deklarasi bertajuk “Banten Beradab, Tolak LGBT di Tanah Jawara” pada 7 September 2026.
CDC menyatakan kehadirannya sebagai ruang bagi mahasiswa dan pemuda untuk bertemu, bertukar gagasan, membangun kesadaran kritis, serta mengambil peran dalam berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Ketua Pelaksana kegiatan, Sahrul Ramadhan, mengatakan pengukuhan CDC bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi langkah awal untuk membangun gerakan mahasiswa dan pemuda yang memiliki kepedulian terhadap kondisi sosial di Banten.
“Pengukuhan Creative Democracy Center hari ini bukan hanya tentang lahirnya sebuah organisasi, tetapi tentang lahirnya ruang bagi mahasiswa dan pemuda untuk berpikir, bersikap, dan bergerak terhadap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat. Melalui deklarasi ini, kami ingin menyampaikan aspirasi agar nilai agama, budaya, pendidikan karakter, dan ketahanan keluarga tetap menjadi fondasi kehidupan masyarakat Banten,” ujar Sahrul.
Sementara itu, Founder sekaligus Direktur Eksekutif CDC, Idan Wildan, mengatakan CDC diharapkan dapat menjadi wadah intelektual sekaligus ruang gerakan bagi mahasiswa dan pemuda untuk mengawal berbagai persoalan sosial secara kritis, konstruktif, dan bertanggung jawab.
Menurut Idan, generasi muda tidak seharusnya bersikap apatis terhadap berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan masyarakat. Ia menilai demokrasi tidak hanya berkaitan dengan kebebasan menyampaikan pendapat, tetapi juga keberanian untuk mengawal nilai, menyampaikan kritik, menawarkan gagasan, dan terlibat dalam penyelesaian persoalan sosial.
“Creative Democracy Center harus menjadi ruang bagi anak muda untuk tidak apatis terhadap keadaan. Demokrasi bukan hanya tentang menyampaikan pendapat, tetapi juga tentang keberanian untuk mengawal nilai, menyampaikan kritik, menawarkan gagasan, dan mengambil bagian dalam menyelesaikan persoalan masyarakat,” kata Idan.
Terkait deklarasi “Banten Beradab, Tolak LGBT di Tanah Jawara”, Idan menyebut sikap tersebut merupakan bagian dari aspirasi CDC yang menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter, ketahanan keluarga, nilai agama, serta budaya masyarakat Banten.
Ia menegaskan, penyampaian aspirasi tersebut akan diupayakan melalui pendekatan dialog, edukasi, dan kepedulian sosial. CDC juga menyatakan bahwa aktivitas organisasinya akan dilakukan dalam koridor hukum serta dengan tetap menghormati martabat setiap manusia.
“Yang kami perjuangkan adalah penguatan nilai-nilai yang menjadi fondasi masyarakat Banten. Kami ingin generasi muda memiliki ruang tumbuh yang sehat, memiliki karakter, dan tidak kehilangan identitas budaya serta nilai sosialnya,” ujar Idan.
Ke depan, CDC berencana mengembangkan sejumlah agenda kepemudaan, mulai dari diskusi publik, pendidikan politik, kajian sosial, hingga berbagai kegiatan edukatif dan sosial yang ditujukan untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam kehidupan bermasyarakat.
Dengan mengusung semangat “Muda, Berpikir, Bergerak”, CDC menyatakan komitmennya untuk membuka ruang dialog serta memperkuat peran mahasiswa dan pemuda sebagai bagian dari masyarakat sipil.
CDC berharap deklarasi tersebut tidak berhenti sebagai pernyataan sikap, tetapi dilanjutkan melalui berbagai kegiatan nyata seperti edukasi, diskusi publik, penguatan keluarga, pembinaan generasi muda, serta kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat Banten.
“Banten Beradab, Tolak LGBT di Tanah Jawara.”
“Muda, Berpikir, Bergerak.”





