
BANTEN — Menyikapi aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, KUMANDANG BANTEN mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Banten dan daerah yang berpotensi terdampak, untuk meningkatkan kewaspadaan serta mengutamakan keselamatan diri dan keluarga.
Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak panik, namun tidak mengabaikan potensi risiko yang dapat ditimbulkan oleh aktivitas vulkanik. Setiap perkembangan situasi hendaknya disikapi dengan bijak dengan mengacu pada informasi dan arahan resmi dari pemerintah serta lembaga yang berwenang.
Ketua Umum KUMANDANG BANTEN, Khoirul Bahari, menyampaikan bahwa masyarakat perlu melakukan langkah-langkah sederhana untuk melindungi diri, khususnya apabila terjadi paparan abu vulkanik.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tetapi jangan lengah. Apabila harus keluar rumah dan terdapat paparan abu vulkanik, masyarakat sebaiknya menggunakan masker dan topi atau penutup kepala sebagai bentuk perlindungan diri,” ujar Khoirul Bahari.
Penggunaan masker perlu menjadi perhatian, terutama ketika masyarakat harus melakukan aktivitas di luar rumah dalam kondisi terdapat abu vulkanik. Masker dapat membantu mengurangi risiko terhirupnya partikel abu, sementara penggunaan topi atau penutup kepala dapat membantu melindungi kepala dari paparan abu yang terbawa angin.
Masyarakat juga dianjurkan menggunakan pakaian yang dapat melindungi tubuh dan mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi lingkungan mengalami hujan abu atau kualitas udara menurun.
Perhatian khusus juga perlu diberikan kepada anak-anak dan lanjut usia. Mereka diharapkan tidak melakukan aktivitas di luar rumah apabila kondisi lingkungan tidak memungkinkan dan tetap berada di tempat yang aman serta terlindungi.
“Jangan menunggu kondisi menjadi lebih buruk baru kita melakukan perlindungan. Menggunakan masker, memakai penutup kepala, mengurangi aktivitas di luar rumah, dan mengikuti informasi resmi merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan sejak dini,” tegas Khoirul Bahari.
Selain perlindungan terhadap kesehatan, masyarakat yang menggunakan kendaraan juga diminta meningkatkan kewaspadaan. Abu vulkanik dapat mengganggu jarak pandang dan berpotensi membuat permukaan jalan menjadi licin. Pengendara diharapkan mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi membahayakan.
Di tengah situasi seperti ini, masyarakat juga diminta untuk tidak menyebarkan informasi, foto, maupun video yang belum diketahui sumber dan kebenarannya. Informasi yang tidak terverifikasi dapat menimbulkan keresahan dan kepanikan di tengah masyarakat.
“Kami berharap masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum jelas. Ikuti informasi dari PVMBG, BPBD, pemerintah daerah, dan instansi terkait. Jangan mengambil tindakan berdasarkan informasi yang sumbernya tidak dapat dipertanggungjawabkan,” kata Khoirul Bahari.
Pemerintah daerah dan seluruh instansi terkait juga diharapkan terus memperkuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan, termasuk memastikan informasi kebencanaan dapat diterima masyarakat secara cepat, jelas, dan mudah dipahami.
Menurut Khoirul Bahari, kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Pemerintah, aparat keamanan, BPBD, relawan, organisasi kemasyarakatan, tenaga kesehatan, media, dan masyarakat harus saling mendukung dalam memberikan edukasi serta menjaga keselamatan bersama.
“Keselamatan masyarakat merupakan tanggung jawab kita bersama. Dalam kondisi seperti ini, yang dibutuhkan adalah ketenangan, kepedulian, dan kesiapsiagaan. Mari saling mengingatkan dan membantu, terutama kepada masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mendekati kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya. Apabila pemerintah atau pihak berwenang mengeluarkan instruksi evakuasi, masyarakat diminta segera mengikuti arahan tersebut dan tidak mengambil keputusan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Waspada bukan berarti panik. Masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas dengan memperhatikan kondisi lingkungan dan perkembangan informasi resmi. Hal terpenting adalah mengutamakan keselamatan, menjaga ketenangan, serta tidak melakukan aktivitas yang berisiko.
IMBAUAN KEPADA MASYARAKAT
- Menggunakan masker ketika keluar rumah, terutama apabila terdapat paparan abu vulkanik.
- Menggunakan topi atau penutup kepala serta pakaian yang melindungi tubuh.
- Mengurangi aktivitas di luar rumah apabila terjadi hujan abu atau kualitas udara memburuk.
- Menghindari kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya.
- Meningkatkan kewaspadaan saat berkendara apabila terjadi paparan abu vulkanik.
- Memantau informasi resmi dari PVMBG, BPBD, pemerintah daerah, dan instansi terkait.
- Tidak menyebarkan berita, foto, maupun video yang belum terverifikasi.
- Memberikan perhatian lebih kepada anak-anak dan lansia.
- Segera mengikuti arahan resmi apabila terdapat perintah evakuasi.
- Saling mengingatkan dan membantu masyarakat di lingkungan masing-masing.
“Mari kita jaga diri, jaga keluarga, dan jaga sesama. Jangan panik, tetapi jangan pula meremehkan potensi bahaya. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama.” tutupnya





